Pertamina keluhkan jualan elpiji 12 kg

Senin, 16 Desember 2013 - 16:34 WIB
Pertamina keluhkan jualan...
Pertamina keluhkan jualan elpiji 12 kg
A A A
Sindonews.com - Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Ali Mundakir mengatakan, harga elpiji yang saat ini di atas Rp11.000 per kg, tetap saja masih menimbulkan kerugian bagi Pertamina.

"Harganya Rp11.000, Pertamina jual ke masyarakat kembali ke Pertamina cuma Rp4.910 berarti kita subsidi lebih dari Rp6.000, subsidi kan rugi," ucapnya di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (16/12/2013).

Dia menjelaskan, bahwa Pertamina menjual dengan harga Rp5.850 tetapi harus dipotong pajak 10 persen ke pemerintah, lalu dipotong untuk pembayaran agen sebesar Rp400. Sehingga Pertamina hanya menerima Rp4.910.

"Kita susah subsidi barangnya, agennya kita bayar, biaya isi kita tanggung, lalu belum lagi transportnya, ini yang mau kita rubah," jelasnya.

Pihaknya ingin merubah sistem seperti itu, karena hal tersebut telah berlangsung sejak 2005 ketika harga elpiji masih kisaran Rp6 ribu per kg.

Namun, walaupun sistem dirubah dan meminta pihak agen yang datang untuk membeli elpiji ke Pertamina serta menanggung biaya isi dan angkut, tetap saja Pertamina masih mengalami kerugian.

"Pada tahun ini kerugian kita Rp5,7 triliun, kerugian pertamina, subsidi Pertamina kepada masyarakat," ujarnya.

Dengan kerugian sebesar itu, dia mengatakan, Pertamina terpaksa mengurangi laba perusahaan untuk menutupi total kerugian. Namun, jika 2014 tidak ada perubahan, maka tidak mungkin total kerugian yang Pertamina alami sebesar Rp6 triliun, karena dengan harga elpiji Rp11.000 hanya mengurangi Rp300 miliar dari total kerugian mereka.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Rupiah Ambruk ke 18.128...
Rupiah Ambruk ke 18.128 per Dolar AS, Apa Pemicu Sebenarnya?
14 menit yang lalu
DSC Transformasi Jadi...
DSC Transformasi Jadi Ekosistem Wirausaha, Siapkan Hibah Rp2,5 Miliar
33 menit yang lalu
Indonesia Temukan Cadangan...
Indonesia Temukan Cadangan Emas Baru di Papua, Prabowo: Sangat Besar
47 menit yang lalu
Bidik Pasar Triliunan...
Bidik Pasar Triliunan Dolar, OKX Luncurkan Marketplace Berbasis Agen AI
1 jam yang lalu
Cikarang Tumbuh Pesat,...
Cikarang Tumbuh Pesat, Lippoland Luncurkan OAZE Lakeside Homes Hunian Premium
2 jam yang lalu
Booth Kopi Koperasi...
Booth Kopi Koperasi Merah Putih Karanganyar Bidik Pasar Gen Z
2 jam yang lalu
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025, Jumat 12 Desember 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved