IHSG diprediksi menguat terbatas
Rabu, 18 Desember 2013 - 08:32 WIB
IHSG diprediksi menguat terbatas
A
A
A
Sindonews.com - Di hari penentuan rapat The Federal Open Market Committee (FOMC) hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak menguat terbatas berada pada support 4.125-4.155 dan resistance 4.175-4.206.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, meski secara teknikal lajunya tergolong positif, namun IHSG masih belum bisa lepas dari tren pelemahannya.
"Laju IHSG berhasil melewati target resisten 4.145-4.165. Meski bergerak positif, namun tetap saja IHSG masih dalam tren pelemahannya," terang Reza, Rabu (18/12/2013).
Lebih lanjut Reza menerangkan, meski laju IHSG pada perdagangan hari ini akan variatif menguat terbatas, namun masih terbuka peluang pelemahan bila IHSG juga ikut bersikap antisipasi jelang rapat FOMC.
Melihat lajunya sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4196,66 (level tertingginya) jelang preclosing dan menyentuh level 4147,91 (level terendahnya) di awal sesi 1
dan berakhir di level 4182,35.
Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Dari luar negeri laju bursa saham Asia mulai variatif, dimana indeks utama Nikkei dan Hang Seng dapat positif setelah merespon kenaikan laju bursa saham AS pada awal pekan.
Di sisi lain, membaiknya ekonomi AS yang ditunjukkan oleh data-data ekonominya ditanggapi positif pelaku pasar bursa saham Asia karena dipersepsikan dapat meningkatkan permintaan yang nantinya berhubungan dengan potensi kenaikan ekspor dari Asia.
Akan tetapi, laju bursa saham China memerah seiring melemahnya saham-saham properti dan konsumer serta menanggapi negatif pelaku pasar terhadap Konferensi Pemerintah China yang belum jelas menyampaikan target pertumbuhan ekonomi di tahun depan.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, meski secara teknikal lajunya tergolong positif, namun IHSG masih belum bisa lepas dari tren pelemahannya.
"Laju IHSG berhasil melewati target resisten 4.145-4.165. Meski bergerak positif, namun tetap saja IHSG masih dalam tren pelemahannya," terang Reza, Rabu (18/12/2013).
Lebih lanjut Reza menerangkan, meski laju IHSG pada perdagangan hari ini akan variatif menguat terbatas, namun masih terbuka peluang pelemahan bila IHSG juga ikut bersikap antisipasi jelang rapat FOMC.
Melihat lajunya sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4196,66 (level tertingginya) jelang preclosing dan menyentuh level 4147,91 (level terendahnya) di awal sesi 1
dan berakhir di level 4182,35.
Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Dari luar negeri laju bursa saham Asia mulai variatif, dimana indeks utama Nikkei dan Hang Seng dapat positif setelah merespon kenaikan laju bursa saham AS pada awal pekan.
Di sisi lain, membaiknya ekonomi AS yang ditunjukkan oleh data-data ekonominya ditanggapi positif pelaku pasar bursa saham Asia karena dipersepsikan dapat meningkatkan permintaan yang nantinya berhubungan dengan potensi kenaikan ekspor dari Asia.
Akan tetapi, laju bursa saham China memerah seiring melemahnya saham-saham properti dan konsumer serta menanggapi negatif pelaku pasar terhadap Konferensi Pemerintah China yang belum jelas menyampaikan target pertumbuhan ekonomi di tahun depan.
(rna)
Lihat Juga :