Rupiah ditutup terpuruk ke Rp12.168/USD
Rabu, 18 Desember 2013 - 16:32 WIB
Rupiah ditutup terpuruk ke Rp12.168/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sore ini berakhir terpuruk seiring menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini ditutup pada level Rp12.168/USD. Posisi ini tedepresiasi 43 poin dibanding penutupan Selasa (17/12/2013) di level Rp12.125/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.145/USD. Adapun, posisi rupiah terkuat hari ini di level Rp12.140/USD dan terlemah di level Rp12.181/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah hari ini di level Rp12.181/USD atau melemah 52 poin dibanding penutupan hari kemarin di level Rp12.129/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini di level Rp12.151/USD atau terkoreksi 47 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp12.104/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, tekanan rupiah masih berlanjut, meski IHSG berhasil menguat kembali pada perdagangan hari ini.
"Rupiah masih tertekan akibat sentimen global," kata dia, Rabu (18/12/2013).
Kebutuhan valuta asing oleh korporasi di akhir tahun dan sentimen global khususnya Amerika Serikat, dimana investor menunggul hasil keputusan the Fed mengenai pemangkasan stimulus juga menekan mata uang domestik.
IHSG sore ini berhasil mempertahankan posisinya di zona hijau karen didukung aksi beli investor asing. IHSG bertambah 13,93 poin atau 0,33 persen ke level 4.196,28.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp6,61 triliun dengan 6,97 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp287,96 miliar. Tercatat sebanyak 120 saham naik, 124 saham melemah dan 126 saham stagnan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini ditutup pada level Rp12.168/USD. Posisi ini tedepresiasi 43 poin dibanding penutupan Selasa (17/12/2013) di level Rp12.125/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.145/USD. Adapun, posisi rupiah terkuat hari ini di level Rp12.140/USD dan terlemah di level Rp12.181/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah hari ini di level Rp12.181/USD atau melemah 52 poin dibanding penutupan hari kemarin di level Rp12.129/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini di level Rp12.151/USD atau terkoreksi 47 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp12.104/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, tekanan rupiah masih berlanjut, meski IHSG berhasil menguat kembali pada perdagangan hari ini.
"Rupiah masih tertekan akibat sentimen global," kata dia, Rabu (18/12/2013).
Kebutuhan valuta asing oleh korporasi di akhir tahun dan sentimen global khususnya Amerika Serikat, dimana investor menunggul hasil keputusan the Fed mengenai pemangkasan stimulus juga menekan mata uang domestik.
IHSG sore ini berhasil mempertahankan posisinya di zona hijau karen didukung aksi beli investor asing. IHSG bertambah 13,93 poin atau 0,33 persen ke level 4.196,28.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp6,61 triliun dengan 6,97 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp287,96 miliar. Tercatat sebanyak 120 saham naik, 124 saham melemah dan 126 saham stagnan.
(rna)