TNI nunggak bayar BBM Rp8 T ke Pertamina
Rabu, 18 Desember 2013 - 16:38 WIB
TNI nunggak bayar BBM Rp8 T ke Pertamina
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengakui, beban tunggakkan bahan bakar minyak (BBM) Tentara Nasional Indonesia (TNI) hingga akhir periode Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid 2 mencapai Rp8 triliun.
Dari hasil perhitungan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) setiap tahunnya kegiatan operasional TNI membutuhkan pasokan BBM sekitar 0,6 juta kiloliter (kl).
“TNI kembang kempis (bayar BBM) untuk melakukan operasional karena ngutang nggak punya BBM. Sementara sebesar 48 juta kiloliter disubsidi jatuh ke tangan orang yang nggak berhak menerima subsidi,” kata dia di Kementerain Pertahanan, Rabu (18/12/2013).
Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini kemudian mengusulkan agar pembayaran melalui subsidi BBM (kuota) yang telah ditetapkan di dalam APBN sebesar 48 juta kl, sehingga bukan lagi dalam bentuk uang (budget).
“Kami hanya butuh o,6 juta kl atau sekitar 1-2 persen dari kuota yang telah ditetapkan sebesar 48 juta kiloliter. Semoga DPR mendukung atas gagasan kami ini,” tutur Purnomo.
Dari hasil perhitungan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) setiap tahunnya kegiatan operasional TNI membutuhkan pasokan BBM sekitar 0,6 juta kiloliter (kl).
“TNI kembang kempis (bayar BBM) untuk melakukan operasional karena ngutang nggak punya BBM. Sementara sebesar 48 juta kiloliter disubsidi jatuh ke tangan orang yang nggak berhak menerima subsidi,” kata dia di Kementerain Pertahanan, Rabu (18/12/2013).
Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini kemudian mengusulkan agar pembayaran melalui subsidi BBM (kuota) yang telah ditetapkan di dalam APBN sebesar 48 juta kl, sehingga bukan lagi dalam bentuk uang (budget).
“Kami hanya butuh o,6 juta kl atau sekitar 1-2 persen dari kuota yang telah ditetapkan sebesar 48 juta kiloliter. Semoga DPR mendukung atas gagasan kami ini,” tutur Purnomo.
(rna)
Lihat Juga :