Rupiah ditutup makin terpuruk ke Rp12.209/USD
Kamis, 19 Desember 2013 - 16:56 WIB
Rupiah ditutup makin terpuruk ke Rp12.209/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sore ini berakhir semakin terpuruk, seiring menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini ditutup pada level Rp12.209/USD. Posisi ini terdepresiasi 41 poin dibanding penutupan Rabu (18/12/2013) di level Rp12.125/USD.
Masih berdasarkan data Bloomber, rupiah pagi tadi, nilai tukar rupiah terhadap USD dibuka melemah 40 poin atau berada di level Rp12.208/USD. Adapun posisi rupiah terkuat Rp12.055/USD dan terlemah di level Rp12.236/USD.
Sementara, berdasarkan yahoofinance, nilai tukar rupiah pada penutupan sore hari ini juga berada di level Rp12.209/USD.
Sedangkan berdasarkan posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini di level Rp12.191/USD atau terkoreksi 40 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp12.151/USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memprediksi, rupiah akan kembali mengalami tekanan. "Laju rupiah di bawah target support Rp12.123. Rentang rupiah berada pada kisaran Rp12.178-12.110 per USD mengacu kurs tengah BI," terang , Kamis (19/12/2013).
Padahal, menurut Reza, sebelumnya laju rupiah sempat menguat tipis. Tapi rilis pertemuan FOMC menyebabkan aksi beli USD kian gencar, sehingga melemahkan nilai tukar rupiah.
Seolah tidak cukup dengan itu, laju rupiah pun semakin terbebani pelamahan yang terjadi pada mata uang regional.
"Apalagi nilai tukar yen kembali melemah setelah dirilisnya penurunan ekspor-impor Jepang yang berujung pada membengkaknya defisit perdagangannya sehingga seolah memberikan peluang penguatan cukup besar pada USD," tutur dia.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini ditutup pada level Rp12.209/USD. Posisi ini terdepresiasi 41 poin dibanding penutupan Rabu (18/12/2013) di level Rp12.125/USD.
Masih berdasarkan data Bloomber, rupiah pagi tadi, nilai tukar rupiah terhadap USD dibuka melemah 40 poin atau berada di level Rp12.208/USD. Adapun posisi rupiah terkuat Rp12.055/USD dan terlemah di level Rp12.236/USD.
Sementara, berdasarkan yahoofinance, nilai tukar rupiah pada penutupan sore hari ini juga berada di level Rp12.209/USD.
Sedangkan berdasarkan posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini di level Rp12.191/USD atau terkoreksi 40 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp12.151/USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memprediksi, rupiah akan kembali mengalami tekanan. "Laju rupiah di bawah target support Rp12.123. Rentang rupiah berada pada kisaran Rp12.178-12.110 per USD mengacu kurs tengah BI," terang , Kamis (19/12/2013).
Padahal, menurut Reza, sebelumnya laju rupiah sempat menguat tipis. Tapi rilis pertemuan FOMC menyebabkan aksi beli USD kian gencar, sehingga melemahkan nilai tukar rupiah.
Seolah tidak cukup dengan itu, laju rupiah pun semakin terbebani pelamahan yang terjadi pada mata uang regional.
"Apalagi nilai tukar yen kembali melemah setelah dirilisnya penurunan ekspor-impor Jepang yang berujung pada membengkaknya defisit perdagangannya sehingga seolah memberikan peluang penguatan cukup besar pada USD," tutur dia.
(izz)