Ratusan hektar padi di Kulonprogo terancam gagal panen
Sabtu, 21 Desember 2013 - 16:01 WIB
Ratusan hektar padi di Kulonprogo terancam gagal panen
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan hektar area pesawahan di Kabupaten Kulonprogo, DI Yogyakarta, terancam gagal panen akibat terendam banjir.
Genangan air terutama terjadi di lahan pertanian Kecamatan Galur, Lendah, Panjatan, Temon dan Wates. Luapan air dari Sungai Gunseiro semakin memperparah banjir.
“Sudah dua hari ini genangan cukup tinggi. Kalau tidak surut, pasti tanaman padi akan mati,” ungkap
Wagimin, petani di Sungapan Lendah, Sabtu (21/12/2013).
Dia menuturkan, tanaman padi yang ada saat ini usianya sudah 80 hari. Para petani hanya tinggal menunggu waktu dua pekan untuk panen. Dengan kondisi ini, padi sulit terselamatkan. Jika dipanen dini pun hasilnya tidak akan bagus. “Pasti rugi, satu hektar bisa mencapai jutaan rupiah,” ujar Wagiman.
Di Panjatan, air juga merendam tanaman padi yang baru dua pekan ditanam. Para petani juga hanya bisa pasrah karena tidak bisa menyelamatkan. “Kalau airnya tidak surut, pasti mati tanaman ini,” keluhnya.
Genangan air terutama terjadi di lahan pertanian Kecamatan Galur, Lendah, Panjatan, Temon dan Wates. Luapan air dari Sungai Gunseiro semakin memperparah banjir.
“Sudah dua hari ini genangan cukup tinggi. Kalau tidak surut, pasti tanaman padi akan mati,” ungkap
Wagimin, petani di Sungapan Lendah, Sabtu (21/12/2013).
Dia menuturkan, tanaman padi yang ada saat ini usianya sudah 80 hari. Para petani hanya tinggal menunggu waktu dua pekan untuk panen. Dengan kondisi ini, padi sulit terselamatkan. Jika dipanen dini pun hasilnya tidak akan bagus. “Pasti rugi, satu hektar bisa mencapai jutaan rupiah,” ujar Wagiman.
Di Panjatan, air juga merendam tanaman padi yang baru dua pekan ditanam. Para petani juga hanya bisa pasrah karena tidak bisa menyelamatkan. “Kalau airnya tidak surut, pasti mati tanaman ini,” keluhnya.
(dmd)
Lihat Juga :