IHSG diperkirakan lanjutkan pelemahan
Senin, 23 Desember 2013 - 08:49 WIB
IHSG diperkirakan lanjutkan pelemahan
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini diperkirakan akan melemah dan berada pada support 4.168-4.185 dan resistance 4.215-4.235.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, laju IHSG kembali masuk dalam target support 4.186-4.215, yang memperlihatkan dorongan jual masih mendominasi.
"Aksi ambil untung diperkirakan masih akan berlanjut jika tidak ada sentimen positif yang dapat menahannya," kata Reza, Senin (23/12/2013).
Menurut Reza, setelah pelaku pasar merasakan eforia dari hasil keputusan rapat FOMC yang baru akan mempertimbangkan melakukan tapering off pada Januari 2014 dan masih mempertahankan tingkat suku bunga rendahnya, laju IHSG terimbas laju pelemahan bursa saham Asia yang juga terimbas penurunan laju bursa saham AS dengan mulai adanya aksi ambil untung jelang libur Natal.
Dengan imbas tersebut membuat pelaku pasar pasang aksi jual, sehingga menghadang potensi kenaikan lanjutan IHSG. Sepanjang perdagangan akhir pekan kemarin, IHSG menyentuh level 4.230,61 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.180,81 (level terendahnya) jelang akhir sesi 2 dan berakhir di level 4195,56.
Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
"Seolah berada di dua sisi sentimen dimana hasil keputusan The Fed tersebut memberikan sentimen positif, namun di sisi lain makin melemahnya nilai tukar rupiah memberikan sentimen negatif," kata dia.
Dari luar negeri, pelemahan sejumlah mata uang Asia turut direspon negatif pelaku pasar saham Asia. Belum lagi sentimen dari China, dimana beredar penilaian funding cost akan mengalami kenaikan meski PboC telah menambah likuiditas.
Pelaku pasar menilai penambahan likuiditas tersebut kurang signifikan seiring laju rate pasar uang China yang masih tinggi terimbas kebijakan moneter ketatnya.
"Meski nilai tukar yen masih melemah, namun disambut positif pelaku pasar," ujar Reza.
Di sisi lain, tidak seperti di Asia, laju bursa saham Eropa masih dapat bertahan di zona positifnya seiring respon pelaku pasar terhadap hasil rapat FOMC yang memperlihatkan pemulihan ekonomi AS masih terjadi.
Rilis kenaikan GFK consumer confidence Jerman; business confidence Perancis; balance of trade Spanyol; dan retail sales Italia turut memberikan sentimen positif meski kenaikan yang terjadi hanya tipis.
Di sisi lain, sentimen negatif dari penurunan rating Uni Eropa oleh S&P dari AAA menjadi AA+ belum tertalu ditanggapi negatif karena juga dapat diimbangi dengan kenaikan consumer confidence zona Eropa, sehingga laju bursa saham Eropa masih bertahan di zona hijaunya.
Kenaikan tidak terduga ekonomi AS menjadi 4,1 persen dari rilis sebelumnya 2,5 persen dan estimasi 3,6 persen langsung memberikan amunisi kuat untuk laju bursa saham AS terbang.
"Setelah sehari sebelumnya banyak pelaku pasar yang melakukan aksi ambil untung pasca selesainya rapat FOMC, kini mereka kembali masuk pasar seiring respon positif terhadap rilis GDP tersebut," tutur Reza.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, laju IHSG kembali masuk dalam target support 4.186-4.215, yang memperlihatkan dorongan jual masih mendominasi.
"Aksi ambil untung diperkirakan masih akan berlanjut jika tidak ada sentimen positif yang dapat menahannya," kata Reza, Senin (23/12/2013).
Menurut Reza, setelah pelaku pasar merasakan eforia dari hasil keputusan rapat FOMC yang baru akan mempertimbangkan melakukan tapering off pada Januari 2014 dan masih mempertahankan tingkat suku bunga rendahnya, laju IHSG terimbas laju pelemahan bursa saham Asia yang juga terimbas penurunan laju bursa saham AS dengan mulai adanya aksi ambil untung jelang libur Natal.
Dengan imbas tersebut membuat pelaku pasar pasang aksi jual, sehingga menghadang potensi kenaikan lanjutan IHSG. Sepanjang perdagangan akhir pekan kemarin, IHSG menyentuh level 4.230,61 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.180,81 (level terendahnya) jelang akhir sesi 2 dan berakhir di level 4195,56.
Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
"Seolah berada di dua sisi sentimen dimana hasil keputusan The Fed tersebut memberikan sentimen positif, namun di sisi lain makin melemahnya nilai tukar rupiah memberikan sentimen negatif," kata dia.
Dari luar negeri, pelemahan sejumlah mata uang Asia turut direspon negatif pelaku pasar saham Asia. Belum lagi sentimen dari China, dimana beredar penilaian funding cost akan mengalami kenaikan meski PboC telah menambah likuiditas.
Pelaku pasar menilai penambahan likuiditas tersebut kurang signifikan seiring laju rate pasar uang China yang masih tinggi terimbas kebijakan moneter ketatnya.
"Meski nilai tukar yen masih melemah, namun disambut positif pelaku pasar," ujar Reza.
Di sisi lain, tidak seperti di Asia, laju bursa saham Eropa masih dapat bertahan di zona positifnya seiring respon pelaku pasar terhadap hasil rapat FOMC yang memperlihatkan pemulihan ekonomi AS masih terjadi.
Rilis kenaikan GFK consumer confidence Jerman; business confidence Perancis; balance of trade Spanyol; dan retail sales Italia turut memberikan sentimen positif meski kenaikan yang terjadi hanya tipis.
Di sisi lain, sentimen negatif dari penurunan rating Uni Eropa oleh S&P dari AAA menjadi AA+ belum tertalu ditanggapi negatif karena juga dapat diimbangi dengan kenaikan consumer confidence zona Eropa, sehingga laju bursa saham Eropa masih bertahan di zona hijaunya.
Kenaikan tidak terduga ekonomi AS menjadi 4,1 persen dari rilis sebelumnya 2,5 persen dan estimasi 3,6 persen langsung memberikan amunisi kuat untuk laju bursa saham AS terbang.
"Setelah sehari sebelumnya banyak pelaku pasar yang melakukan aksi ambil untung pasca selesainya rapat FOMC, kini mereka kembali masuk pasar seiring respon positif terhadap rilis GDP tersebut," tutur Reza.
(rna)
Lihat Juga :