Rupiah dibuka tertekan ke Rp12.235/USD
Senin, 23 Desember 2013 - 10:24 WIB
Rupiah dibuka tertekan ke Rp12.235/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pagi ini dibuka mengalami tekanan di tengah keberhasilan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada awal perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pagi ini dibuka pada level Rp12.235 per USD. Posisi pagi ini terdepresiasi dibanding Jumat (20/12/2013) di level Rp12.214 per USD.
Sementara data Sindonews bersumber dari Limas mencatat rupiah pagi ini di level Rp12.208 per USD. Data yohoofinance menunjukkan rupiah di level Rp12.205 per USD atau melemah dibanding akhir pekan lalu di level Rp12.214 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini dibuka di level Rp12.246/USD atau melemah 1 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp12.245/USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, laju nilai tukar rupiah akan tertekan penguatan dolar Amerika Serikat (USD) seiring aksi pelaku pasar yang masih banyak mengakumulasi mata uang tersebut dan juga meningkatnya kebutuhan USD jelang akhir tahun.
IHSG pada perdagangan pagi ini dibuka menguat 5,75 poin atau 0,14 persen ke level 4.201,30. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp62,2 miliar dengan 37,58 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp2,8 miliar. Tercatat sebanyak 46 saham naik, 37 saham melemah dan 45 saham stagnan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pagi ini dibuka pada level Rp12.235 per USD. Posisi pagi ini terdepresiasi dibanding Jumat (20/12/2013) di level Rp12.214 per USD.
Sementara data Sindonews bersumber dari Limas mencatat rupiah pagi ini di level Rp12.208 per USD. Data yohoofinance menunjukkan rupiah di level Rp12.205 per USD atau melemah dibanding akhir pekan lalu di level Rp12.214 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini dibuka di level Rp12.246/USD atau melemah 1 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp12.245/USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, laju nilai tukar rupiah akan tertekan penguatan dolar Amerika Serikat (USD) seiring aksi pelaku pasar yang masih banyak mengakumulasi mata uang tersebut dan juga meningkatnya kebutuhan USD jelang akhir tahun.
IHSG pada perdagangan pagi ini dibuka menguat 5,75 poin atau 0,14 persen ke level 4.201,30. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp62,2 miliar dengan 37,58 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp2,8 miliar. Tercatat sebanyak 46 saham naik, 37 saham melemah dan 45 saham stagnan.
(rna)