Rupiah berakhir terapresiasi ke Rp12.195/USD
Senin, 23 Desember 2013 - 16:34 WIB
Rupiah berakhir terapresiasi ke Rp12.195/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sore ini terapresiasi di tengah terkoreksinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini di level Rp12.195 per USD atau terapresiasi 19 poin dibanding penutupan Jumat (20/12/2013) di level Rp12.214 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.235 per USD. Adapun, posisi rupiah terkuat hari ini berada di level Rp12.191 per USD dan terlemah di level Rp12.260 per USD.
Data yohoofinance menunjukkan rupiah di level Rp12.195 per USD, dengan kisaran harian Rp12.195-12.260 per USD. Posisi ini menguat 19 poin dibanding akhir pekan lalu di level Rp12.214 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini dibuka di level Rp12.246 per USD atau melemah 1 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp12.245/USD.
Sementara data Sindonews bersumber dari Limas mencatat rupiah sore ini di level Rp12.246 per USD atau merosot dibanding pagi tadi di level Rp12.208 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, berkurangnya aktivitas di pasar keuangan global memberikan imbas pada pasar finansial domestik, sehingga membatasi pelemahan rupiah. Meski pagi tadi rupiah dibuka melemah, namun sore ini mata uang lokal berhasil terapresiasi.
"BI bersiaga di pasar dan membantu meredam gejolak depresiasi rupiah hingga menahan fluktuasi rupiah," kata dia.
Kendati demikian, masih adanya permintaan dolar untuk memenuhi kebutuhan akhir tahun akan memberi tekanan atas rupiah pada pekan ini. Karena itu, diharapkan Bank Sentral tetap menjaga fluktuasi rupiah dan terus memantau nilai tukarnya sepanjang hari.
Sementara IHSG pada perdagangan sore ini terkoreksi 5,95 poin atau 0,14 persen ke level 4.189,61 karena ditekan aksi jual asing di tengah positifnya bursa kawasan Asia.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp3,6 triliun dengan 4,88 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp53,21 miliar. Tercatat sebanyak 80 saham naik, 186 saham melemah dan 90 saham stagnan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini di level Rp12.195 per USD atau terapresiasi 19 poin dibanding penutupan Jumat (20/12/2013) di level Rp12.214 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.235 per USD. Adapun, posisi rupiah terkuat hari ini berada di level Rp12.191 per USD dan terlemah di level Rp12.260 per USD.
Data yohoofinance menunjukkan rupiah di level Rp12.195 per USD, dengan kisaran harian Rp12.195-12.260 per USD. Posisi ini menguat 19 poin dibanding akhir pekan lalu di level Rp12.214 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini dibuka di level Rp12.246 per USD atau melemah 1 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp12.245/USD.
Sementara data Sindonews bersumber dari Limas mencatat rupiah sore ini di level Rp12.246 per USD atau merosot dibanding pagi tadi di level Rp12.208 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, berkurangnya aktivitas di pasar keuangan global memberikan imbas pada pasar finansial domestik, sehingga membatasi pelemahan rupiah. Meski pagi tadi rupiah dibuka melemah, namun sore ini mata uang lokal berhasil terapresiasi.
"BI bersiaga di pasar dan membantu meredam gejolak depresiasi rupiah hingga menahan fluktuasi rupiah," kata dia.
Kendati demikian, masih adanya permintaan dolar untuk memenuhi kebutuhan akhir tahun akan memberi tekanan atas rupiah pada pekan ini. Karena itu, diharapkan Bank Sentral tetap menjaga fluktuasi rupiah dan terus memantau nilai tukarnya sepanjang hari.
Sementara IHSG pada perdagangan sore ini terkoreksi 5,95 poin atau 0,14 persen ke level 4.189,61 karena ditekan aksi jual asing di tengah positifnya bursa kawasan Asia.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp3,6 triliun dengan 4,88 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp53,21 miliar. Tercatat sebanyak 80 saham naik, 186 saham melemah dan 90 saham stagnan.
(rna)