Bank Mandiri siap kuasai 80% saham InHealt
Senin, 23 Desember 2013 - 19:00 WIB
Bank Mandiri siap kuasai 80% saham InHealt
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memimpin akuisisi PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (AJII) atau inHealt senilai Rp1,75 triliun. Perseroan siap menguasai 80 persen kepemilikan saham tahun depan setelah proses peralihan Askes menjadi BPJS Kesehatan.
Direktur Utama BMRI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pada tahap pertama perseroan menguasai 60 persen. Sedangkan PT Kimia Farma dan PT Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo) masing-masing menguasai 10 persen, dan sisa 20 persen masih dipegang PT Askes.
Sementara pada tahap kedua di tahun depan, perseroan akan meningkatkan kepemilikannya menjadi 80 persen. Menurutnya, AJII akan tetap di segmen asuransi kesehatan yang spesifik, manage care.
"Berbeda dengan AXA Mandiri sebagai asuransi umum. Kami optimistis premi tahun depan akan tumbuh 20 persen," ujar Budi saat tanda tangan Conditional Sales Purchase Agreement (CSPA) pembelian AJII oleh tiga BUMN di Jakarta, Senin (23/12/2013).
Dia mengatakan, potensi bisnis asuransi masih sangat besar dengan nilai bisnis sekitar Rp300 triliun. Sedangkan penetrasi asuransi hanya 2,5 persen sedangkan sisanya masih dilakukan dengan pembayaran langsung.
Perseroan menargetkan penetrasi asuransi bisa mencapai 10 persen. "Akuisisi ini kami harapkan bisa mendukung ekspansi kami menjadi bank terbesar di Asia Tenggara pada 2020. Ke depan juga masih akan ada pengembangan organik dan anorganik, karena secara permodalan masih mencukupi," ujarnya.
Perseroan bersama Kimia Farma dan Jasindo berkomitmen akan menjadikan AJII terus berkembang meningkatkan jumlah nasabah pemegang polis. Per September 2013, AJII mencatatkan lebih dari 1 juta pemegang polis dengan premi bruto Rp1,1 triliun.
Setidaknya, kata dia, healthcare expenditure tumbuh rata rata 20 persen per tahun, sehingga membuat AJII optimistis menguasai pangsa pasar.
"Kami memiliki pengalaman bersama AXA Mandiri Financial Services. Hingga September 2013 asetnya mencapai Rp15,3 triliun. Sementara jumlah penduduk kelas menengah masih terus bertambah," pungkas Budi
Direktur Utama BMRI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pada tahap pertama perseroan menguasai 60 persen. Sedangkan PT Kimia Farma dan PT Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo) masing-masing menguasai 10 persen, dan sisa 20 persen masih dipegang PT Askes.
Sementara pada tahap kedua di tahun depan, perseroan akan meningkatkan kepemilikannya menjadi 80 persen. Menurutnya, AJII akan tetap di segmen asuransi kesehatan yang spesifik, manage care.
"Berbeda dengan AXA Mandiri sebagai asuransi umum. Kami optimistis premi tahun depan akan tumbuh 20 persen," ujar Budi saat tanda tangan Conditional Sales Purchase Agreement (CSPA) pembelian AJII oleh tiga BUMN di Jakarta, Senin (23/12/2013).
Dia mengatakan, potensi bisnis asuransi masih sangat besar dengan nilai bisnis sekitar Rp300 triliun. Sedangkan penetrasi asuransi hanya 2,5 persen sedangkan sisanya masih dilakukan dengan pembayaran langsung.
Perseroan menargetkan penetrasi asuransi bisa mencapai 10 persen. "Akuisisi ini kami harapkan bisa mendukung ekspansi kami menjadi bank terbesar di Asia Tenggara pada 2020. Ke depan juga masih akan ada pengembangan organik dan anorganik, karena secara permodalan masih mencukupi," ujarnya.
Perseroan bersama Kimia Farma dan Jasindo berkomitmen akan menjadikan AJII terus berkembang meningkatkan jumlah nasabah pemegang polis. Per September 2013, AJII mencatatkan lebih dari 1 juta pemegang polis dengan premi bruto Rp1,1 triliun.
Setidaknya, kata dia, healthcare expenditure tumbuh rata rata 20 persen per tahun, sehingga membuat AJII optimistis menguasai pangsa pasar.
"Kami memiliki pengalaman bersama AXA Mandiri Financial Services. Hingga September 2013 asetnya mencapai Rp15,3 triliun. Sementara jumlah penduduk kelas menengah masih terus bertambah," pungkas Budi
(izz)
Lihat Juga :