Harga minyak di perdagangan Asia turun

Selasa, 24 Desember 2013 - 13:32 WIB
Harga minyak di perdagangan...
Harga minyak di perdagangan Asia turun
A A A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan Asia melemah memasuki Natal, karena dealer terlibat dalam aksi profit taking, dengan kurangnya landasan yang memacu pergerakan baru di pasar.

Kontrak utama New York, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, turun 23 sen menjadi USD98,68 pada perdagangan sore. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk Februari turun dua sen menjadi USD111,54 per barel.

"Belum ada banyak gerakan di komoditas atau mata uang pasar menjelang liburan, dan pedagang saat ini mengkuadratkan posisi off mereka," kata Ric Spooner, kepala analis pasar CMC Markets, Sydney, seperti dilansir dari AFP, Selasa (24/12/2013).

"Kami melihat beberapa profit taking di kontrak WTI setelah reli pekan lalu," tambahnya.

Harga minyak AS naik 2,8 persen pekan lalu, setelah data ekonomi optimis serta pengumuman Federal Reserve akan mulai memotong stimulus sebesar USD10 miliar sampai USD75 miliar per bulan pada Januari, menunjukkan kepercayaan dalam perekonomian.

Analis berbasis di Singapura, Phillip Futures mengatakan, harga minyak mempertahankan dukungan kuat karena sentimen permintaan di AS. Sementara persediaan dibatasi anggota OPEC, Libya dan Iran.

Output dari Libya terpukul blokade panjang di terminal ekspor minyak. Sementara ekspor Iran telah dibelah dua menjadi 1,2 juta barel per hari, sebagai sanksi internasional berikutnya terkait program nuklir di negara tersebut.

Phillip Futures mengatakan Komisi Perdagangan Komoditas Berjangka AS menunjukkan bahwa investor termasuk hedge fund dan pension funds meningkatkan long positions mereka pada minyak mentah dalam pekan sampai 17 Desember, yang mencerminkan sentimen positif terhadap komoditas.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
22 menit yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
42 menit yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
1 jam yang lalu
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
2 jam yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
2 jam yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
3 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved