Penjualan Meredup, Stok Berlian De Beers Menumpuk
Sabtu, 28 Desember 2024 - 17:39 WIB
loading...
Penjualan berlian melemah akibat turunnya permintaan di China dan persaingan dengan berlian produksi laboratorium. FOTO/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Perusahaan berlian terkemuka dunia, De Beers Group, kesulitan menjual persediaan berliannya yang menumpuk sejak krisis keuangan 2008 lalu. Hal itu mencerminkan tantangan yang sedang berlangsung di pasar batu permata mewah.
Melansir Russia Today, perusahaan yang mendominasi industri perhiasan berlian senilai USD80 miliar itu memiliki tingkat persediaan berkisar sekitar USD2 miliar sepanjang tahun 2024.
Penurunan permintaan dikaitkan dengan penjualan yang lemah di China, meningkatnya persaingan dari berlian alternatif yang diproduksi di laboratorium, dan dampak pandemi Covid-19 yang masih terasa yang mengganggu tingkat pernikahan global. "Ini adalah tahun yang buruk untuk penjualan berlian kasar," kata CEO De Beers Group Al Cook.
Baca Juga: Tahun 2025 Penuh Tantangan, Beban Kelas Menengah Kian Berat
Untuk mengurangi penurunan tersebut, De Beers telah memangkas produksi sekitar 20% dibandingkan tahun lalu dan menurunkan harga pada lelang berlian kasar terbarunya. Lelang ini melibatkan penjualan batu mentah kepada sekelompok pembeli bersertifikat terpilih, yang dikenal sebagai sightholder, yang merupakan pemain penting dalam perdagangan berlian.
Pendapatan De Beers turun menjadi USD2,2 miliar pada paruh pertama tahun 2024, turun dari USD2,8 miliar pada periode yang sama tahun 2023. Penurunan ini terjadi saat De Beers bersiap untuk dipisahkan oleh perusahaan induknya, Anglo American, yang berjanji untuk melepaskan produsen berlian tersebut setelah tawaran pengambilalihan yang digagalkan oleh BHP.
Baca Juga: Berlian Terbesar Kedua di Dunia Ditemukan, Beratnya Hampir Setengah Kilogram
Melansir Russia Today, perusahaan yang mendominasi industri perhiasan berlian senilai USD80 miliar itu memiliki tingkat persediaan berkisar sekitar USD2 miliar sepanjang tahun 2024.
Penurunan permintaan dikaitkan dengan penjualan yang lemah di China, meningkatnya persaingan dari berlian alternatif yang diproduksi di laboratorium, dan dampak pandemi Covid-19 yang masih terasa yang mengganggu tingkat pernikahan global. "Ini adalah tahun yang buruk untuk penjualan berlian kasar," kata CEO De Beers Group Al Cook.
Baca Juga: Tahun 2025 Penuh Tantangan, Beban Kelas Menengah Kian Berat
Untuk mengurangi penurunan tersebut, De Beers telah memangkas produksi sekitar 20% dibandingkan tahun lalu dan menurunkan harga pada lelang berlian kasar terbarunya. Lelang ini melibatkan penjualan batu mentah kepada sekelompok pembeli bersertifikat terpilih, yang dikenal sebagai sightholder, yang merupakan pemain penting dalam perdagangan berlian.
Pendapatan De Beers turun menjadi USD2,2 miliar pada paruh pertama tahun 2024, turun dari USD2,8 miliar pada periode yang sama tahun 2023. Penurunan ini terjadi saat De Beers bersiap untuk dipisahkan oleh perusahaan induknya, Anglo American, yang berjanji untuk melepaskan produsen berlian tersebut setelah tawaran pengambilalihan yang digagalkan oleh BHP.
Baca Juga: Berlian Terbesar Kedua di Dunia Ditemukan, Beratnya Hampir Setengah Kilogram
Lihat Juga :