Pertumbuhan ekonomi China 2013 akan sentuh 7,6%

Rabu, 25 Desember 2013 - 20:31 WIB
Pertumbuhan ekonomi...
Pertumbuhan ekonomi China 2013 akan sentuh 7,6%
A A A
Sindonews.com - Dewan negara melaporkan pertumbuhan ekonomi China kemungkinan sebesar 7,6 persen pada tahun ini, sedikit lebih rendah dari 7,7 persen pada 2012.

Dalam laporan evaluasi jangka menengah untuk pelaksanaan rencana pembangunan lima tahun ke-12 ( 2011-2015 ), yang diajukan Dewan Negara di sidang Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (NPC) disebutkan, pertumbuhan ekonomi selalu lebih tinggi dari yang diperkirakan sejak 2011, meskipun tren menurun.

Rencana lima tahun menetapkan target pertumbuhan tahunan produk domestik bruto (PDB) China sebesar 7 persen pada 2011-2015. Masing-masing pertumbuhan PDB sebesar 9,3 persen pada 2011, kemudian 7,7 persen pada 2012 dan 7,6 persen pada semester pertama tahun ini.

"Kita tidak bisa menyangkal tekanan pada pertumbuhan ekonomi," kata Xu Shaoshi, menteri yang bertanggung jawab atas Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC), seperti dilansir dari Xinhua, Rabu (25/12/2013).

"Ada ketidakpastian pemulihan ekonomi global dan pasar internasional gagal menghasilkan permintaan kuat," kata Xu.

Dia mengungkapkan di dalam negeri, kenaikan biaya tenaga kerja dan biaya lingkungan untuk perusahaan menantang pola pertumbuhan tradisional. Perekonomian juga ditantang meningkatnya risiko utang pemerintah daerah, sektor keuangan dan kelebihan kapasitas yang dihasilkan dari investasi pemerintah dalam proyek-proyek industri.

Menurut Xu, menginvestasikan sejumlah besar dana dalam proyek-proyek infrastruktur yang rendah profit, industri dengan kelebihan kapasitas dan proyek-proyek real estate telah mengurangi likuiditas dan efisiensi.

Laporan ini juga mencantumkan beberapa tantangan lain di depan mata, termasuk restrukturisasi ekonomi yang lambat, memburuknya polusi dan konflik sosial antara kelompok-kelompok kepentingan.

Dewan Negara menyatakan solusinya adalah reformasi menyeluruh di berbagai sektor. Untuk menghindari fluktuasi ekonomi besar, China akan lebih meningkatkan fleksibilitas suku bunga dan mengkoordinasikan kebijakan fiskal, moneter, industri, penggunaan lahan serta kebijakan lingkungan.

Mereka juga akan berhati-hati menangani utang pemerintah daerah sambil memastikan kebutuhan wajar untuk likuiditas. Pemerintah akan mengurangi kelebihan kapasitas dalam industri, seperti baja, semen, aluminium electrolytic, kaca dan galangan kapal, serta menghentikan perluasan penggunaan energi dan polusi yang tinggi .

Untuk menyeimbangkan pembangunan daerah, pemerintah akan bekerja menghilangkan hambatan pasar di seluruh negeri dan reformasi pelayanan publik.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
15 menit yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
6 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
6 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
7 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
8 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
8 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved