Analis: Pemilu akan berimbas positif terhadap IHSG
Kamis, 26 Desember 2013 - 17:41 WIB
Analis: Pemilu akan berimbas positif terhadap IHSG
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada mencatatkan adanya tren penguatan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) setiap terlaksananya pemilihan umum (pemilu) yang terjada pada tahun-tahun sebelumnya.
"Dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan, dalam kondisi normal adanya pemilu memiliki kaitan positif pada bursa saham seiring adanya harapan baru akan ekonomi yang lebih baik," ujar Reza kepada Sindonews, Kamis (26/12/2013).
Reza mencontohkan, seperti yang terjadi pada 1999, di mana IHSG kala itu melonjak cukup signifikan sebesar 12 persen menuju ke level 686,95 pada perdagangan tanggal 8 Juni 1999 atau tepat satu hari pasca pelaksanaan pemilu.
Kejadian yang hampir mirip juga terjadi pada pemilu berikutnya yang berlangsung pada tahun 2004. Sebulan jelang pelaksanaan pemilu IHSG terus menunjukkan tren penguatannya dari semula berada pada level 731,72 pada 25 Agustus 2004, langsung melesat ke level 814,63 pada hari H pelaksanaan pemilu yang jatuh pada 20 September 2004.
Dari catatan Sindonews, terlihat sebelumnya IHSG bergerak sangat volatile sejak awal 2004. IHSG bahkan sempat bergerak ke level terendah di 668,48 pada perdagangan Mei, yang menjadi level terendah sepanjang 2004.
Hal serupa diharapkan dapat terjadi pada pemilihan umum 2014. Di mana, adanya pemimpin negara yang baru dapat memberi harapan baru dalam pertumbuhan ekonomi di tanah air.
"Semoga perbaikan makro ekonomi Indonesia di tahun depan dapat berimbas positif pada pasar modal. Sehingga dapat meningkatkan kapitalisasi pasarnya," pungkas Reza.
"Dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan, dalam kondisi normal adanya pemilu memiliki kaitan positif pada bursa saham seiring adanya harapan baru akan ekonomi yang lebih baik," ujar Reza kepada Sindonews, Kamis (26/12/2013).
Reza mencontohkan, seperti yang terjadi pada 1999, di mana IHSG kala itu melonjak cukup signifikan sebesar 12 persen menuju ke level 686,95 pada perdagangan tanggal 8 Juni 1999 atau tepat satu hari pasca pelaksanaan pemilu.
Kejadian yang hampir mirip juga terjadi pada pemilu berikutnya yang berlangsung pada tahun 2004. Sebulan jelang pelaksanaan pemilu IHSG terus menunjukkan tren penguatannya dari semula berada pada level 731,72 pada 25 Agustus 2004, langsung melesat ke level 814,63 pada hari H pelaksanaan pemilu yang jatuh pada 20 September 2004.
Dari catatan Sindonews, terlihat sebelumnya IHSG bergerak sangat volatile sejak awal 2004. IHSG bahkan sempat bergerak ke level terendah di 668,48 pada perdagangan Mei, yang menjadi level terendah sepanjang 2004.
Hal serupa diharapkan dapat terjadi pada pemilihan umum 2014. Di mana, adanya pemimpin negara yang baru dapat memberi harapan baru dalam pertumbuhan ekonomi di tanah air.
"Semoga perbaikan makro ekonomi Indonesia di tahun depan dapat berimbas positif pada pasar modal. Sehingga dapat meningkatkan kapitalisasi pasarnya," pungkas Reza.
(izz)