Ekonomi kerakyatan tak bisa hanya andalkan political will

Kamis, 26 Desember 2013 - 17:48 WIB
Ekonomi kerakyatan tak...
Ekonomi kerakyatan tak bisa hanya andalkan political will
A A A
Sindonews.com - Dalam upaya mewujudkan konsep ekonomi kerakyatan, political will bukan menjadi satu-satunya andalan. Namun, juga dibutuhkan political commitment, baik di tataran negara maupun perguruan tinggi.

"Sayangnya, sampai saat ini belum ada kesepakatan tentang konsep ekonomi kerakyatan dan masih pada tataran normatif. Padahal, konsep ini sudah lama disuarakan. Tapi saya rasa masih di tataran political will dan belum pada political commitment," ujar Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, Wihana Kirana Jaya, Kamis (26/12/2013).

Dalam Workshop Ekonomi Rakyat, Wihana menegaskan, komitmen FEB UGM untuk meneruskan inisiatif dari ekonomi kerakyatan. Dalam pandangannya, konsep ekonomi kerakyatan memang mengalami masa 'sejenak dilupakan’ oleh generasi penerus, baik di kalangan dosen maupun mahasiswa di FEB UGM.

"Seperti keinginan UGM agar kita bisa internasionalisasi, tapi tetap memegang nilai-nilai budaya termasuk konsep ekonomi kerakyatan tersebut," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dashboard Ekonomi Kerakyatan (DEK) FEB UGM, Gunawan Sumodiningrat menilai, ekonomi kerakyatan tidak cukup sekadar wacana tapi harus bersifat praktis. Untuk itu, dibutuhkan aliansi strategis untuk mengembangkannya.

"Apalagi ekonomi kerakyatan sejak dulu menjadi dasar pembangunan Indonesia yang kemudian terganggu dengan adanya kapitalisme," ujar dia.

Gunawan mengakui, DEK FEB UGM telah melakukan aliansi strategis dengan beberapa lembaga seperti Karang Taruna, KNPI hingga perbankan. Selain itu, mereka juga fokus pada beberapa kegiatan seperti evaluasi kegiatan ekonomi rakyat serta penyiapan 'kader' pendamping masyarakat lokal untuk mengembangkan kesejahteraan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
2 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
3 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
3 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
4 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
4 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
5 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved