Setelah Natal, Wall Street kembali cetak rekor
Jum'at, 27 Desember 2013 - 08:49 WIB
Setelah Natal, Wall Street kembali cetak rekor
A
A
A
Sindonews.com - Indeks di Wall Street pada perdagangan usai Natal berhasil melanjutkan penguatan. Indeks Dow Jones dan S&P 500 kembali ditutup pada rekor tertinggi dipicu menguatnya saham ritel setelah musim belanja liburan.
Data ekonomi juga menunjukkan tanda yang positif, dimana klaim tunjangan pengangguran mingguan turun 42.000 pada menjadi 338.000 atau di bawah perkiraan analis sebanyak 345.000 klaim baru.
Saham sektor ritel menguat didukung musim belanja liburan. Data MasterCard Advisors Spending Pulse menyatakan bahwa penjualan ritel sejak 1 November-24 Desember naik 2,3 persen.
Saham ritel di indeks S&P 500 melonjak 0,8 persen. Saham Urban Outfitters (URBN.O) naik 2,2 persen menjadi USD37,55, saham Amazon.com Inc (AMZN.O) menguat 1,3 persen menjadi USD404,39. Sedangkan saham Wal-Mart Stores Inc (WMT.N) di indeks Dow Jones naik 0,5 persen menjadi USD78,39 .
"Saya tidak mengerti mengapa sepertinya pasar kita terus menguat, tapi itulah yang kita miliki. Tidak ada alasan untuk menjual saham, tetapi juga tidak banyak alasan untuk membeli kecuali ada sentimen yang mendorong untuk semakin menguat," kata Analis Fort Pitt Capital Group Kim Forrest seperti dilansir Reuters, Jumat (27/12/2013).
Semalam, indeks Dow Jones melonjak 122,33 poin atau 0,75 persen ke 16.479,88; indeks S&p 500 naik 8,70 poin atau 0,47 persen ke 1.842,02 dan Nasdaq menguat 11,76 poin atau 0,28 persen ke 4.167,18.
Sekitar 3,3 miliar saham diperdagangkan di bursa AS. Angka tersebut jauh di bawah rata-rata sepanjang bulan ini yang mencapai 6,2 miliar saham.
Sementara sebanyak 51 persen dari saham yang diperdagangkan di New York Stock Exchange ditutup menguat pada hari itu, sedangkan 49 persen saham yang terdaftar di Nasdaq berakhir di zona positif.
Data ekonomi juga menunjukkan tanda yang positif, dimana klaim tunjangan pengangguran mingguan turun 42.000 pada menjadi 338.000 atau di bawah perkiraan analis sebanyak 345.000 klaim baru.
Saham sektor ritel menguat didukung musim belanja liburan. Data MasterCard Advisors Spending Pulse menyatakan bahwa penjualan ritel sejak 1 November-24 Desember naik 2,3 persen.
Saham ritel di indeks S&P 500 melonjak 0,8 persen. Saham Urban Outfitters (URBN.O) naik 2,2 persen menjadi USD37,55, saham Amazon.com Inc (AMZN.O) menguat 1,3 persen menjadi USD404,39. Sedangkan saham Wal-Mart Stores Inc (WMT.N) di indeks Dow Jones naik 0,5 persen menjadi USD78,39 .
"Saya tidak mengerti mengapa sepertinya pasar kita terus menguat, tapi itulah yang kita miliki. Tidak ada alasan untuk menjual saham, tetapi juga tidak banyak alasan untuk membeli kecuali ada sentimen yang mendorong untuk semakin menguat," kata Analis Fort Pitt Capital Group Kim Forrest seperti dilansir Reuters, Jumat (27/12/2013).
Semalam, indeks Dow Jones melonjak 122,33 poin atau 0,75 persen ke 16.479,88; indeks S&p 500 naik 8,70 poin atau 0,47 persen ke 1.842,02 dan Nasdaq menguat 11,76 poin atau 0,28 persen ke 4.167,18.
Sekitar 3,3 miliar saham diperdagangkan di bursa AS. Angka tersebut jauh di bawah rata-rata sepanjang bulan ini yang mencapai 6,2 miliar saham.
Sementara sebanyak 51 persen dari saham yang diperdagangkan di New York Stock Exchange ditutup menguat pada hari itu, sedangkan 49 persen saham yang terdaftar di Nasdaq berakhir di zona positif.
(rna)
Lihat Juga :