Rupiah berakhir terdepresiasi ke Rp12.261/USD
Jum'at, 27 Desember 2013 - 16:38 WIB
Rupiah berakhir terdepresiasi ke Rp12.261/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sore ini berakhir terdepresiasi di tengah konsistennya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang hari ini di zona hijau.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini ditutup di level Rp12.261 per USD. Posisi ini terdepresiasi 60 poin dibanding penutupan Selasa (24/12/2013) di level Rp12.201 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.203 per USD. Adapun, posisi rupiah terkuat hari ini di level Rp12.203 per USD dan terlemah di level Rp12.281 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini di level Rp12.260 per USD atau terdepresiasi 45 poin dibanding hari Selasa di level Rp12.215/USD.
Data yahoofinance menunjukkan rupiah di level Rp12.236 per USD, dengan kisaran harian Rp12.195-12.278 per USD. Posisi sore ini terdepresiasi 35 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp12.201 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas mencatat rupiah di level Rp12.281 per USD atau melemah 77 poin dibanding penutupan Selasa (24/12/2013) di level Rp12.204 per USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, laju rupiah masih tertekan sentimen dari Amerika Serikat. Membaiknya data ekonomia negara tersebut menyebabkan mata uangnya menguat dan sebaliknya menekan mata uang beberapa negara lainya, termasuk Indonesia.
Sementara IHSG sore ini berakhir di zona hijau. IHSG terkerek 10,15 poin atau 0,24 persen ke level 4.212,98 seiring positifnya bursa di kawasan Asia.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp9,28 triliun dengan 6,64 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp4,61 miliar. Tercatat sebanyak 150 saham naik, 98 saham melemah dan 104 saham stagnan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini ditutup di level Rp12.261 per USD. Posisi ini terdepresiasi 60 poin dibanding penutupan Selasa (24/12/2013) di level Rp12.201 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.203 per USD. Adapun, posisi rupiah terkuat hari ini di level Rp12.203 per USD dan terlemah di level Rp12.281 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini di level Rp12.260 per USD atau terdepresiasi 45 poin dibanding hari Selasa di level Rp12.215/USD.
Data yahoofinance menunjukkan rupiah di level Rp12.236 per USD, dengan kisaran harian Rp12.195-12.278 per USD. Posisi sore ini terdepresiasi 35 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp12.201 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas mencatat rupiah di level Rp12.281 per USD atau melemah 77 poin dibanding penutupan Selasa (24/12/2013) di level Rp12.204 per USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, laju rupiah masih tertekan sentimen dari Amerika Serikat. Membaiknya data ekonomia negara tersebut menyebabkan mata uangnya menguat dan sebaliknya menekan mata uang beberapa negara lainya, termasuk Indonesia.
Sementara IHSG sore ini berakhir di zona hijau. IHSG terkerek 10,15 poin atau 0,24 persen ke level 4.212,98 seiring positifnya bursa di kawasan Asia.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp9,28 triliun dengan 6,64 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp4,61 miliar. Tercatat sebanyak 150 saham naik, 98 saham melemah dan 104 saham stagnan.
(rna)