Konsumen di Boyolali mulai migrasi ke elpiji 3 kg
Jum'at, 03 Januari 2014 - 12:27 WIB
Konsumen di Boyolali mulai migrasi ke elpiji 3 kg
A
A
A
Sindonews.com - Kenaikan harga elpiji 12 kilogram (kg) dari harga Rp70.700 menjadi Rp117.700 per tabung mendapatkan reaksi keras dari para konsumen di Boyolali.
Konsumen mengaku keberatan dan bakal beralih atau migrasi menggunakan elpiji 3 kg. Keterangan ini diperoleh dari sejumlah konsumen elpiji 12 kg di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Salah seorang konsumen elpiji 12 kg, Sri Andani mengatakan, kenaikan tersebut sangat memberatkan, selain karena harganya terlalu tinggi, juga tidak disosialisasikan terlebih dahulu. Dia mengaku bakal beralih menggunakan gas elpiji ukuran 3 kg untuk mengurangi pengeluaran rumah tangganya.
“Kalau tidak beralih ke elpiji 3 kg, pengeluaran kita akan membengkak cukup banyak. Kalau beralih, kita bisa ngirit, paling tidak setengah harga dari harga elpiji 12 kilogram sekarang,” kata warga Karanggede tersebut, Jumat (3/1/2013).
Sri menambahkan, peralihan tersebut dilakukan karena dia memiliki elpiji 3 kg, yang dibagikan saat konversi dari minyak tanah ke elpiji beberapa waktu lalu. “Daripada tidak terpakai (elpiji 3 kg), mendingan digunakan untuk ngirit pengeluaran,” imbuh dia.
Konsumen elpiji 12 kg lainnya, Fatimah menyebutkan, peralihan ke elpiji 3 kg sangat mungkin terjadi. Selain harganya murah, elpiji subsidi tersebut juga relatif mudah didapatkan dibandingkan dengan elpiji 12 kg.
“Ya pasti nantinya beralih ke elpiji 3 kilogram agar lebih mudah dan ngirit,” ujar dia.
Sementara itu, Ketua bidang Elpiji 12 kg Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Solo Tien Suprapto mengatakan, kemungkinan akan ada peralihan penggunaan elpiji dari 12 kg menjadi 3 kg akibat kenaikan harga elpiji nonsubsidi tersebut.
Kendati demikian, menurut dia, hal itu tidak akan berlangsung saat ini, melainkan akan berlangsung pada dua sampai tiga pekan mendatang. Hal itu dinilai wajar lantaran harga elpiji 3 kg lebih murah.
Konsumen mengaku keberatan dan bakal beralih atau migrasi menggunakan elpiji 3 kg. Keterangan ini diperoleh dari sejumlah konsumen elpiji 12 kg di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Salah seorang konsumen elpiji 12 kg, Sri Andani mengatakan, kenaikan tersebut sangat memberatkan, selain karena harganya terlalu tinggi, juga tidak disosialisasikan terlebih dahulu. Dia mengaku bakal beralih menggunakan gas elpiji ukuran 3 kg untuk mengurangi pengeluaran rumah tangganya.
“Kalau tidak beralih ke elpiji 3 kg, pengeluaran kita akan membengkak cukup banyak. Kalau beralih, kita bisa ngirit, paling tidak setengah harga dari harga elpiji 12 kilogram sekarang,” kata warga Karanggede tersebut, Jumat (3/1/2013).
Sri menambahkan, peralihan tersebut dilakukan karena dia memiliki elpiji 3 kg, yang dibagikan saat konversi dari minyak tanah ke elpiji beberapa waktu lalu. “Daripada tidak terpakai (elpiji 3 kg), mendingan digunakan untuk ngirit pengeluaran,” imbuh dia.
Konsumen elpiji 12 kg lainnya, Fatimah menyebutkan, peralihan ke elpiji 3 kg sangat mungkin terjadi. Selain harganya murah, elpiji subsidi tersebut juga relatif mudah didapatkan dibandingkan dengan elpiji 12 kg.
“Ya pasti nantinya beralih ke elpiji 3 kilogram agar lebih mudah dan ngirit,” ujar dia.
Sementara itu, Ketua bidang Elpiji 12 kg Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Solo Tien Suprapto mengatakan, kemungkinan akan ada peralihan penggunaan elpiji dari 12 kg menjadi 3 kg akibat kenaikan harga elpiji nonsubsidi tersebut.
Kendati demikian, menurut dia, hal itu tidak akan berlangsung saat ini, melainkan akan berlangsung pada dua sampai tiga pekan mendatang. Hal itu dinilai wajar lantaran harga elpiji 3 kg lebih murah.
(rna)
Lihat Juga :