Warga Karanganyar ramai-ramai jual tabung gas 12 kg

Jum'at, 03 Januari 2014 - 15:46 WIB
Warga Karanganyar ramai-ramai...
Warga Karanganyar ramai-ramai jual tabung gas 12 kg
A A A
Sindonews.com - Melonjaknya harga elpiji 12 kilogram (kg) membuat masyarakat Karanganyar, Jawa Tengah ramai-ramai beralih menggunakan tabung gas ukuran 3 kg. Selain harganya masih dapat terjangkau, tabung 3 kg digunakan sektor rumah tangga.

Imbas dari melonjaknya harga tabung gas elpiji 12 kg, banyak warga setempat yang ramai-ramai menjual tabung gas elpiji 12 kg ke pihak penjual.

Sardi, salah satu pemilik pangkalan elpiji di wilayah Jaten, Karanganyar mengaku dalam sehari dirinya sudah ditawari warga yang hendak menjual tabung elpijinya lebih dari 10 orang.

Aksi jual tabung gas elpiji 12 kg tersebut terpaksa dilakukan warga, karena mereka sudah tidak mampu lagi membeli harga tabung elpiji 12 kg yang harga di pasaran mencapai Rp142 ribu per tabung dari sebelumnya Rp92.000. Meskipun harga jual dari PT Pertamina sendiri hanya Rp117.708 per tabung.

“Banyak yang nawarin agar mau membeli tabung 12 kg, tapi saya tolak. Karena untuk kulakan gas besar modal yang dikeluarkan bertambah namun untungnya sangat berkurang," jelas Sardi saat ditemui di toko miliknya, di Desa Jaten, Kecamatan Jaten, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (3/1/2014).

Windi, salah satu warga yang menjual tabung gas elpiji 12 kg ini mengaku terpaksa menjualnya karena harga gas 12 kilogram sudah tidak terjangkau. Keputusan menjual tabung 12 kg agar uang dari penjualan bisa dipergunakan untuk membeli tabung 3 kg dikarenakan dalam sebulan Windi hanya menghabiskan 3 sampai 4 tabung saja.

"Berarti asumsinya bila dikalikan harganya masih jauh di bawah harga gas 12 kg yang mencapai Rp142.000," paparnya.

Kenaikan harga jual tabung 12 kilogram juga berdampak pada melonjaknya harga makanan yang dijual di warung-warung kaki lima.

Siti Sriyanti, salah satu pemilik warung makan terpaksa menaikkan harga jual makanannya karena harga gas 12 kg mengalami kenaikan. Apalagi rumah makan miliknya dalam sehari bisa menghabiskan 2 tabung besar. Sehingga kalau harga makanan tidak dinaikan, otomatis
dirinya tak mampu membeli tabung 12 kg.

"Sudah ada pemberitahuan kalau untuk rumah makan harus pakai gas 12 kg, ya saya manut. Tapi kalau gas besar juga dinaikkan mau ndak mau harga jual makanannya juga ikut naik. Walau tidak sebesar kenaikan gas 12 kg," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
2 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
3 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
12 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
13 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
14 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
14 jam yang lalu
Infografis
12 Jenis Pisang Terbaik...
12 Jenis Pisang Terbaik di Dunia, Nomor 4 dari Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved