Pertamina diminta jamin pasokan elpiji aman

Jum'at, 03 Januari 2014 - 16:50 WIB
Pertamina diminta jamin...
Pertamina diminta jamin pasokan elpiji aman
A A A
Sindonews.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta PT Pertamina (Persero) menjamin ketersediaan pasokan elpiji nonsubsidi kemasan 12 kilogram (kg).

Pengurus YLKI Tulus Abadi menuturkan, konsumen elpiji kemasan 12 kg yang pada umumnya dikonsumsi oleh kelas menengah ke atas lebih mengutamakan ketersediaan pasokan dibandingkan kenaikan harga.

"Harga memang menjadi pertimbangan, namun bagi kelas menengah ketersediaan pasokan lebih utama," kata dia di Jakarta, Jumat (3/1/2013).

Dia menjelaskan, jaminan ketersediaan pasokan lebih penting karena sering kali pasokan tersendat, sehingga harga mengalami kenaikan di luar ketentuan. Karena itu, Pertamina harus kerja keras dalam hal menjamin pasokan elpiji kemasan 12 kg agar tidak terjadi kelangkaan.

"Selain itu, Pertamina juga harus menjamin kualitas produk elpiji 12 kg yang lebih baik. Misalnya, takaran harus tepat tidak dikurangi," ujar dia.

Di sisi lain, Tulus juga meminta kepada aparat kepolisan dan juga pemerintah daerah turut mengawasi ketersediaan pasokan. Pasalnya, jika tidak dijaga dapat terjadi pengurangan pasokan. Baru kemudian, bicara masalah harga.

Senada, Wakil Direktur ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menuturkan bahwa hal utama yang harus dilakukan oleh Pertamina adalah terkait ketersediaan pasokan. Setelah itu, kualitas produk, kemudian harga.

"Artinya, selama pasokan dan kualitas terjamin, harga menjadi tidak masalah," kata dia.

Dia juga menambahkan, kebijakan kenaikan harga elpiji yang dilakukan Pertamina merupakan aksi korporasi untuk mengurangi kerugian lebih besar. Kendati demikian, Pertamina tetap harus menjamin ketersediaan pasokan agar harga tidak makin naik di luar ketentuan.

Di samping itu, Pertamina dan pemerintah juga harus mengawasi secara ketat dampak yang timbukan dari kenaikan elpiji kemasan 12 kg ini, yakni migrasi konsumen nonsubsidi ke elpiji bersubsidi 3 kg.

"Polisi dan pemda juga mesti berperan di sini. Jangan lempar tanggung jawab," kata dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 menit yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
2 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
2 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
3 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
3 jam yang lalu
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
3 jam yang lalu
Infografis
6 Negara Arab Paling...
6 Negara Arab Paling Terjangkau, Nomor Satu Negara Paling Aman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved