Apindo: Kenaikan harga elpiji seharusnya bertahap

Jum'at, 03 Januari 2014 - 17:46 WIB
Apindo: Kenaikan harga...
Apindo: Kenaikan harga elpiji seharusnya bertahap
A A A
Sindonews.com - Kenaikan harga elpiji tabung 12 kilogram (kg) sebesar 68 persen pada 1 Januari lalu menambah beban bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) sektor makanan serta restoran.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan, kenaikan harga elpiji seharusnya dilakukan secara bertahap mulai dengan naik 20 persen. Kenaikan bertahap tersebut bertujuan supaya para pengguna baik masyarakat maupun industri lebih mampu menyesuaikan harga.

“Kenaikan ini tentu menyebabkan mereka akan menaikkan harganya. Namun sayangnya daya beli masyarakat juga lemah, sulit mengikuti kenaikan harga produk,” kata Sofjan kepada SINDO, Jumat (3/1/2014).

Akibat kenaikan tersebut, Sofjan mengatakan, pengguna rumahan dipastikan akan beralih ke tabung gas 3 kg. Namun dengan beralihnya tersebut, subsidi yang dibayarkan pemerintah juga justru akan semakin membengkak. Selain itu dapat pula mendorong perilaku kriminal berupa pengoplosan tabung gas yang dapat berakibat pada kecelakaan dan korban jiwa.

Sedangkan untuk IKM, peralihan tersebut tidak mungkin dilakukan kerena adanya keterbatasan jumlah tabung serta elpiji 3 kg yang dinilai tidak efisien. Pasalnya, dengan mengganti ke kapasitas tabung yang lebih kecil, maka frekuensi penggantian tabung ketika beproduksi harus semakin sering dilakukan. Sedangkan untuk beralih ke tabung dengan kapasitas lebih besar juga sulit karena terhambat harga yang tinggi.

“Pemerintah dalam menetapkan kebijakan selalu tidak memandang multiplier effect nya. Menaikkan harga (elpiji) seharusnya jangan gegabah karena demi keuntungan satu atau dua perusahaan semata,” ujar Sofjan.

Sofjan mengatakan, pemerintah harus menyediakan alternatif pengganti untuk meringankan beban industri. Menurutnya, jika terus dibiarkan, IKM makanan akan runtuh dan menimbulkan banyak pengangguran. Selain itu, impor makanan juga akan meningkat karena lebih murah dan kosongnya pasar terhadap produk dalam negeri.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
37 menit yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
1 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
1 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
1 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
1 jam yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
1 jam yang lalu
Infografis
3 Efek Tarif Impor Donald...
3 Efek Tarif Impor Donald Trump Terhadap Harga Emas Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved