Apindo: Kenaikan elpiji 12 kg beratkan pelaku UMKM

Jum'at, 03 Januari 2014 - 20:58 WIB
Apindo: Kenaikan elpiji...
Apindo: Kenaikan elpiji 12 kg beratkan pelaku UMKM
A A A
Sindonews.com - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel, Latunreng mengungkapkan, kenailan elpiji non subsidi otomatis akan memberatkan gerak bisnis para pelaku usaha terutama di sektor UMKM.

“Biaya operasional otomatis akan naik. Produksi pun harganya akan melambung. Dengan harga naik seperti ini apa masyarakat sebagai konsumen memiliki daya beli yang cukup? Ini yang harus dipikirkan pemerintah,” ujarnya, Jumat (3/1/2014).

Menurut Latunreng, beban masyarakat sudah cukup tinggi. Pasca kenaikan BBM, harga telah melambung, ditambah lagi dengan kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate dan menyusul kenaikan harga elpiji.

Seharusnya, kata dia, kebijakan yang diambil pemerintah harus memperhatikan kepentingan masyarakat. Bagi pelaku usaha, memberi nilai kompetitif pada hasil produksi sangat dipengaruhi penekanan pada biaya produksi.

Sebelumnya diberitakan, Komisi B DPRD Makassar segera akan mengagendakan pembahasan dampak kenaikan gas elpiji ukuran 12 Kg, dengan pihak terkait.

Menurut Ketua Komisi B Asriady Samad, dirinya sudah menghubungi langsung pihak Disperindag Makassar, sebelum melakukan rapat resmi di DPRD Makassar. Dia mengakui, kenaikan elpiji ukuran 12 kg tersebut, akan memicu dampak yang sangat luas, mulai dari harga gas elpiji, serta kelangkaan pada gas ukuran 3 kg.

"Dampaknya pengguna gas elpiji ukuran 12 kg akan beralih ke gas elpiji 3 kg yang merupakan harga subsidi. Maka kemungkinan besar, harganya akan melambung, stoknya juga akan terganggu," jelas Asriady.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
1 jam yang lalu
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
1 jam yang lalu
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
2 jam yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
2 jam yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
3 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
3 jam yang lalu
Infografis
Harga Cabai Rawit Merah...
Harga Cabai Rawit Merah Rp100.000 per Kg, Wamendag Salahkan Cuaca
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved