Pemerintah Depok akan upayakan lindungi UMKM

Minggu, 05 Januari 2014 - 11:08 WIB
Pemerintah Depok akan...
Pemerintah Depok akan upayakan lindungi UMKM
A A A
Sindonews.com - Kenaikan harga elpiji 12 kilogram (kg) membuat masyarakat khususnya kalangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bergejolak menolak kebijakan tersebut.

Permasalahan energi sulit diatasi karena kebutuhan yang besar, supply terbatas, dan banyaknya keterlibatan pihak asing dalam setiap investasi dengan ikatan kerjasama atau MoU.

Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menegaskan, sebagai pemerintah daerah, pihaknya juga berupaya membela dan mengayomi para pelaku UMKM di Depok yang juga ikut dirugikan dan mengeluh.

Kenaikan harga elpiji memang disebabkan harga gas alam yang naik dan sebagian besar impor. Karena elpiji 12 kg tak ditataniagakan, dimana sebelumnya masalah harga diatur pemerintah, sementara kini menjadi kewenangan Pertamina. Usaha pemerintah daerah berperan mengawasi distribusi di tingkat agen agar tak melebihi harga.

"Saya ungkapkan, demi keberlangsungan produktivitas UMKM di seluruh daerah, yang memiliki peranan perekonomian, pemerintah harus serius menjamin peran pahlawan ekonomi bangsa. Dengan cara bernegosiasi dengan Pertamina lebih serius, bagaimana membuat Pertamina tak rugi, tapi juga tak untung besar, saat situasi begini," tegas Nur Mahmudi di Depok, Minggu (5/01/2014).

Nur Mahmudi menambahkan, pada waktu yang sama, pemerintah dengan konsumen juga harus bekerja keras meningkatkan nilai tukar rupiah. Paling utama dengan cara meningkatkan produktivitas dalam negeri.

"Mencintai produk dalam negeti, kurangi impor. Supaya tidak ada alasan menaikan harga elpiji. Percepatan kenaikan nilai rupiah harus segera menurunkan nilai dolar, menaikan nilai tukar. Kalau bisa balik lagi ke Rp10 ribu, strengthening nilai tukar rupiah," jelasnya.

Hal itu semua konsekuensinya, kata dia, dengan meningkatkan implementasi berbasis teknologi lokal. Caranya bisa dengan gerakan biodiversity pangan melalui gerakan menanam.

"Sangat kecil apresiasi temuan teknologi dalam negeri, sehingga nilai tukar kita labil. Kita harus turut berangkat dari menanam. Holtikultur, palawija, dan penghijauan. Tumbuhkan hasil pangan lokal, cintai produk dalam negeri," tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
6 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
6 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
7 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
9 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
9 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
9 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved