Hatta dan Jero kompak kritik kenaikan elpiji 12 kg
Minggu, 05 Januari 2014 - 18:29 WIB
Hatta dan Jero kompak kritik kenaikan elpiji 12 kg
A
A
A
Sindonews.com - Kenaikan harga elpiji 12 kilogram (kg) yang dilakukan PT Pertamina (Persero) mendapat kritikan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa.
Meski Pertamina memiliki kewenangan untuk menaikan harga elpiji 12 kg, kata dia, mereka harus bisa melihat situasi sosial di masyarakat.
"Ya, saya ikuti perkembangan di masyarakat. Ini keputusan corporate, tetapi situasi masyarakat didengarkan, dikaji, jadi aspirasi, sehinggga tidak bisa hanya menyadarkan hitungan ekonomi saja," kata Jero di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Minggu (5/1/2014).
Jero mengaku pernah membahas kenaikan harga elpiji pada 2013 lalu, namun hal tersebut ditolaknya karena masyarakat Indonesia baru saja mengalami kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
"Ini (keputusan) corporate Pertamina ada kewenangan karena non subsidi. Prinsipnya apa yang paling baik untuk rakyat kita bahas bersama. Tahun lalu pernah ada pembahasan, saya bilang jangan (naik)," tegasnya.
Senada dengan Jero, Hatta Rajasa juga tak sependapat dengan kenaikan harga elpiji 12 kg. "Menurut saya kita juga harus mendengar suara rakyat, cukup itu saja. Kenaikan ini tidak tepat waktunya. Dan itu pandangan pribadi saya," kata dia di tempat yang sama.
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengaku baru tahu akan ada kenaikan harga elpiji 12 kg pada 31 Desember 2013 dan ia pun langsung menghubungi pihak Pertamina untuk menundanya. "Surat (kenaikan) tanggal 30 (Desember), tanggal 31 saya mendengar saya telpon minta ditunda," tuntasnya.
Meski Pertamina memiliki kewenangan untuk menaikan harga elpiji 12 kg, kata dia, mereka harus bisa melihat situasi sosial di masyarakat.
"Ya, saya ikuti perkembangan di masyarakat. Ini keputusan corporate, tetapi situasi masyarakat didengarkan, dikaji, jadi aspirasi, sehinggga tidak bisa hanya menyadarkan hitungan ekonomi saja," kata Jero di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Minggu (5/1/2014).
Jero mengaku pernah membahas kenaikan harga elpiji pada 2013 lalu, namun hal tersebut ditolaknya karena masyarakat Indonesia baru saja mengalami kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
"Ini (keputusan) corporate Pertamina ada kewenangan karena non subsidi. Prinsipnya apa yang paling baik untuk rakyat kita bahas bersama. Tahun lalu pernah ada pembahasan, saya bilang jangan (naik)," tegasnya.
Senada dengan Jero, Hatta Rajasa juga tak sependapat dengan kenaikan harga elpiji 12 kg. "Menurut saya kita juga harus mendengar suara rakyat, cukup itu saja. Kenaikan ini tidak tepat waktunya. Dan itu pandangan pribadi saya," kata dia di tempat yang sama.
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengaku baru tahu akan ada kenaikan harga elpiji 12 kg pada 31 Desember 2013 dan ia pun langsung menghubungi pihak Pertamina untuk menundanya. "Surat (kenaikan) tanggal 30 (Desember), tanggal 31 saya mendengar saya telpon minta ditunda," tuntasnya.
(gpr)
Lihat Juga :