IHSG diprediksi belum bergairah
Senin, 06 Januari 2014 - 08:41 WIB
IHSG diprediksi belum bergairah
A
A
A
Sindondews.com - Sambut awal pekan, pada perdagangan hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan berada pada support 4.232-4.250 dan resistance 4.278-4.300.
Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, meski IHSG sempat melewati kisaran target support 4.277-4.300, namun kembali ditutup di bawah kisaran target tersebut.
"Pelemahan lanjutan dimungkinkan jika aksi profit taking berlanjut," katanya, Senin (6/1/2013).
Meski demikian, diharapkan dengan telah tertutupnya gap 4.274-4.287 dan rebound-nya bursa saham global dapat berimbas positif pada IHSG.
Menurut Reza, laju IHSG menutup pekan kemarin dengan pelemahan setelah latah terimbas penurunan sejumlah laju bursa saham global yang mengalami profit taking setelah bergerak reli menuju window dressing jelang akhir tahun.
IHSG yang tidak mengalami window dressing dan baru mengalami reli empat hari terakhir pun harus takluk dengan imbas penurunan tersebut. Apalagi, positifnya rilis data ketenagakerjaan AS tidak mampu menahan pelemahan bursa saham AS dan laju bursa saham regional masih mengalami pelemahan setelah dirilisnya data manufaktur China yang kurang baik.
Kembali menguatnya laju rupiah dirasa belum mampu menahan aksi jual tersebut. Apalagi ternyata ada gap di 4.274-4.287 membuat profit taking kian deras pasca pasca IHSG menyentuh level 4.300an.
Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, meski IHSG sempat melewati kisaran target support 4.277-4.300, namun kembali ditutup di bawah kisaran target tersebut.
"Pelemahan lanjutan dimungkinkan jika aksi profit taking berlanjut," katanya, Senin (6/1/2013).
Meski demikian, diharapkan dengan telah tertutupnya gap 4.274-4.287 dan rebound-nya bursa saham global dapat berimbas positif pada IHSG.
Menurut Reza, laju IHSG menutup pekan kemarin dengan pelemahan setelah latah terimbas penurunan sejumlah laju bursa saham global yang mengalami profit taking setelah bergerak reli menuju window dressing jelang akhir tahun.
IHSG yang tidak mengalami window dressing dan baru mengalami reli empat hari terakhir pun harus takluk dengan imbas penurunan tersebut. Apalagi, positifnya rilis data ketenagakerjaan AS tidak mampu menahan pelemahan bursa saham AS dan laju bursa saham regional masih mengalami pelemahan setelah dirilisnya data manufaktur China yang kurang baik.
Kembali menguatnya laju rupiah dirasa belum mampu menahan aksi jual tersebut. Apalagi ternyata ada gap di 4.274-4.287 membuat profit taking kian deras pasca pasca IHSG menyentuh level 4.300an.
(izz)
Lihat Juga :