Rupiah diproyeksi naik tipis
Senin, 06 Januari 2014 - 08:46 WIB
Rupiah diproyeksi naik tipis
A
A
A
Sindonews.com - Laju rupiah tampaknya mulai menunjukkan bergairah setelah market mulai merespon positif atas rilis inflasi yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan inflasi masih terkendali di bawah level 9 persen year on year (yoy).
Padahal sebelumnya, rilis inflasi yang masih terkendali dan surplusnya neraca perdagangan sebesar USD776,8 juta sebelumnya tidak banyak berpengaruh pada laju rupiah awal pekan ini.
"Kali ini, pelaku pasar mulai meresponnya. Terlihat dari laju rupiah yang sedikit mengalami kenaikan," terang Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Senin (6/1/2013).
Reza menuturkan, kenaikan kali ini mendapat dukungan dari terapresiasinya mata uang AUD dan Yen pasca penurunan secara yoy. "Kenaikan Yen dinilai karena adanya anggapan para emiten globalnya akan membawa pulang hasil yang diraih di pasar global kembali ke Jepang," jelasnya.
Laju rupiahpun berpotensi naik tipis meskipun posisinya masih berada di bawah target resistennya. "Laju rupiah di bawah target resisten Rp12.196 per USD. Rentang rupiah di kisaran Rp12.238-Rp12.198 per USD (mengacu kurs tengah BI)," pungkas Reza.
Padahal sebelumnya, rilis inflasi yang masih terkendali dan surplusnya neraca perdagangan sebesar USD776,8 juta sebelumnya tidak banyak berpengaruh pada laju rupiah awal pekan ini.
"Kali ini, pelaku pasar mulai meresponnya. Terlihat dari laju rupiah yang sedikit mengalami kenaikan," terang Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Senin (6/1/2013).
Reza menuturkan, kenaikan kali ini mendapat dukungan dari terapresiasinya mata uang AUD dan Yen pasca penurunan secara yoy. "Kenaikan Yen dinilai karena adanya anggapan para emiten globalnya akan membawa pulang hasil yang diraih di pasar global kembali ke Jepang," jelasnya.
Laju rupiahpun berpotensi naik tipis meskipun posisinya masih berada di bawah target resistennya. "Laju rupiah di bawah target resisten Rp12.196 per USD. Rentang rupiah di kisaran Rp12.238-Rp12.198 per USD (mengacu kurs tengah BI)," pungkas Reza.
(izz)