Kebijakan bisnis dan investasi maritim perlu digenjot

Senin, 06 Januari 2014 - 11:31 WIB
Kebijakan bisnis dan...
Kebijakan bisnis dan investasi maritim perlu digenjot
A A A
Sindonews.com - Untuk percepatan pergerakan ekonomi daerah, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Perindustrian diminta lebih inovatif mengeluarkan kebijakan bisnis dan investasi berbasis maritim.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pemberdayaan Daerah, Natsir Mansyur mengatakan, kebijakan tersebut terutama terkait sarana penunjang kapal di bawah 5000 DWT untuk melayari jarak pendek sebagai jembatan konektivitas nasional.

Menurutnya, kebijakan yang inovatif sangat berguna bagi pertumbuhan dan pergerakan ekonomi daerah, agar efisiensi ekonomi nasional yang selama ini membebani negara bisa ditekan.

"Kita tidak bisa lagi mengandalkan angkutan barang atau komoditas melalui darat karena persoalannya banyak, biaya tinggi, infrastruktur terbatas, jadi kita saat perlu orientasi ke bisnis investasi berbasis maritim," jelas dia dalam rilisnya, Senin (6/1/2014).

Natsir menuturkan, pembangunan dan rehabilitasi sarana pelabuhan dengan menggunakan anggaran APBN/APBD sementara jalan, namun sarana penunjang kapalnya masih terbatas/kurang.

Produsen kapal dan perbankan dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan kapal nasional, khususnya untuk kapal 3.000 sampai 5.000 DWT untuk mengangkut komoditas pangan, perkebunan tambang, minyak dan gas, dan hasil industri.

"Kita berharap agar Kementerian Perhubungan lebih fleksibel menerapkan UU pelayaran untuk kepentingan investasi agar pengusaha mau berinvestasi di bidang ini. Kalau Kemenhub kebijakannya masih konvensional maka investasi di bidang ini sulit berjalan maka biaya ekonomi nasional tetap tinggi," kata Natsir.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada Kementerian Perindustrian agar realistis melihat kekurangan di industri maritim dan tidak membiarkan permasalahan semakin parah ke depannya.

"Selalu mengatakan mampu dan ketidakmampuan lebih dominan selalu, ini kelihatan sehat tapi sakit di dalam. Begitu diotopsi penyakit sudah parah," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
CPI Rilis Dasbor Pembiayaan...
CPI Rilis Dasbor Pembiayaan Listrik, Soroti Lonjakan Investasi EBT
Bijak Memilih, Berikut...
Bijak Memilih, Berikut Tips Aman Berinvestasi di Aset Digital
Daftar 14 Investasi...
Daftar 14 Investasi Ilegal yang Distop Satgas Waspada Investasi
Korban Dugaan Investasi...
Korban Dugaan Investasi Bodong Tanyakan Kelanjutan Kasusnya ke OJK
Penipuan Investasi Bodong...
Penipuan Investasi Bodong Dengan Kedok Investasi Beras
Thong Guan Industries...
Thong Guan Industries Bhd Investasi di KIT Batang Jawa Tengah
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
4 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
5 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
6 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
8 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
8 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
8 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved