Menkeu senang meski target inflasi 2013 melenceng
Senin, 06 Januari 2014 - 14:55 WIB
Menkeu senang meski target inflasi 2013 melenceng
A
A
A
Sindonews.com - Meski tingkat inflasi 2013 sebesar 8,38 persen melenceng dari asumsi yang telah ditetapkan dalam APBNP 2013 sebesar 7,2 persen, namun Menteri Keuangan (Menkeu), M Chatib Basri tetap menyambut baik hal tersebut.
Dia mengatakan, dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di pertengahan 2013, inflasi tahunan sebesar 8,38 persen masih tergolong rendah, jika dibandingkan kejadian serupa pada tahun-tahun sebelumnya.
"Kenaikan BBM pada 2005, harganya naik 120 persen dan menimbulkan inflasi 17 persen, sedangkan kenaikan BBM 2008 sebesar 30 persen dan menimbulkan inflasi 11 persen. Ini kita bandingkan agar fair," ujar Chatib di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (6/1/2013).
Bahkan dia juga merasa lega karena asumsi inflasi yang dikeluarkan banyak pihak termasuk Bank Indonesia (BI) hingga mencapai 9 hingga 9,2 persen.
Secara khsus, Menkeu juga memuji kebijakan Kementerian Perdagangan yang membuka pembatasan kuota impor untuk memenuhi pasokan bahan pangan, demi mencegah angka inflasi 9 persen tersebut tercapai.
"Selain itu, upaya pengendalian inflasi yang dilakukan BI telah mencapai target, dan secara umum tingkat inflasi telah dapat di-handle," pungkas Chatib.
Dia mengatakan, dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di pertengahan 2013, inflasi tahunan sebesar 8,38 persen masih tergolong rendah, jika dibandingkan kejadian serupa pada tahun-tahun sebelumnya.
"Kenaikan BBM pada 2005, harganya naik 120 persen dan menimbulkan inflasi 17 persen, sedangkan kenaikan BBM 2008 sebesar 30 persen dan menimbulkan inflasi 11 persen. Ini kita bandingkan agar fair," ujar Chatib di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (6/1/2013).
Bahkan dia juga merasa lega karena asumsi inflasi yang dikeluarkan banyak pihak termasuk Bank Indonesia (BI) hingga mencapai 9 hingga 9,2 persen.
Secara khsus, Menkeu juga memuji kebijakan Kementerian Perdagangan yang membuka pembatasan kuota impor untuk memenuhi pasokan bahan pangan, demi mencegah angka inflasi 9 persen tersebut tercapai.
"Selain itu, upaya pengendalian inflasi yang dilakukan BI telah mencapai target, dan secara umum tingkat inflasi telah dapat di-handle," pungkas Chatib.
(izz)
Lihat Juga :