Suku bunga tinggi perlambat penetrasi PC

Selasa, 07 Januari 2014 - 16:40 WIB
Suku bunga tinggi perlambat...
Suku bunga tinggi perlambat penetrasi PC
A A A
Sindonews.com - Penetrasi komputer di Indonesia masih terbilang rendah bila dibandingkan penetrasi di negeri-negeri tetangga sesama anggota ASEAN. Hal ini ironis mengingat cakupan industri Information and Communication Technology (ICT) Indonesia telah mencapai angka lebih dari 90 persen.

Penetrasi personal computer (PC) seperti komputer meja, jinjing dan komputer tablet di Indonesia masih tergolong rendah, yaitu hanya sebesar 5-6 persen. Artinya, dari 100 orang, hanya 5-6 orang yang mampu mengakses dan menggunakan PC.

Banyak faktor yang menyebabkan masih rendahnya penetrasi PC di Indonesia. Secara global, rendahnya penetrasi ini bisa dilihat dari penggunaan internet serta kepemilikan dan penggunaan PC.

Untuk internet, Indonesia hingga saat ini masih berkutat untuk membangun penetrasi internet melalui jaringan broadband, baik fixed broadband maupun wireless atau mobile broadband.

Faktor lainnya terkait dengan distribusi pemanfaatan teknologi yang masih terpusat di kota-kota besar. Ini tentu menjadi penyebab kesenjangan pemanfaatan teknologi di kalangan masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.

Kesenjangan ini pula yang menyebabkan sebagian besar masyarakat merasa harga PC di tanah air masih terbilang mahal. Padahal, sejumlah vendor mengaku telah menjual PC dengan rentang harga beragam, mulai Rp3 jutaan hingga belasan bahkan puluhan juta.

Memiliki PC juga semakin susah karena lembaga pembiayaan masih memungut bunga tinggi, di kisaran 35-40 persen per tahun. Selain itu, bagi masyarakat kebanyakan, mendapatkan kredit juga bukan perkara mudah. Tingginya bunga kredit ini jelas memberatkan kreditor. Apalagi rata-rata bunga kredit bank saat ini hanya 12 persen. Bunga ini juga masih lebih tinggi dari BI rate yang cuma 7,5 persen.

Pemerhati Teknologi Informasi (TI), Muhammad Ma’ruf menilai, suku bunga lembaga pembiayaan atau multifinance masih terbilang tinggi. Padahal dari kacamata konsumen, selain memperoleh harga barang yang terjangkau, mereka mengharapkan tenor pembayaran yang lebih panjang dan bunga cicilan yang lebih lunak.

Itulah sebabnya, kata Ma’ruf, konsumen mesti diingatkan dengan kondisi ini. “Jangan sampai mereka terlena hanya karena bisa mencicil tanpa harus membayar tunai sehingga melupakan jerat bunga multifinance yang tinggi ini,” ujarnya, Selasa (7/1/2014).

Karena itu, Ma’ruf mendukung desakan agar suku bunga di lembaga pembiayaan bisa diturunkan, selain kemudahan akses memperoleh kredit tersebut. Rezim suku bunga murah akan mendorong perkembangan sektor riil, khususnya ritel. Suku bunga rendah juga membuat daya beli masyarakat juga meningkat sehingga ini akan mempercepat penetrasi komputer di masyarakat, terutama di kalangan menengah ke bawah.

Direktur Marketing PT Acer Indonesia Daniel Rustandi juga mendukung agar multifinance mengoreksi suku bunganya yang tinggi. Maklum, dengan suku bunga rendah, tentu akan mempermudah akses kalangan menengah ke bawah untuk memiliki PC.

“Mereka mendapat kemudahan pembayaran yang tidak lagi dilakukan secara tunai. Mereka bisa mencicil dengan harga dan bunga yang wajar,” ujarnya.

Ia tak menampik bahwa keberadaan multifinance ini mampu mendongkrak pasar PC akan semakin bergairah. Tentu saja, bila bunga tidak setinggi sekarang, pasar dipastikan bakal makin bergairah.

“Saya melihat tingginya suku bunga ini juga memperlambat penetrasi PC di kalangan masyarakat khususnya kalangan menengah ke bawah. Tapi jangan lupa, penurunan suku bunga ini juga harus diikuti dengan edukasi kepada masyarakat akan manfaat produk-produk TI terutama PC, smartphone dan tablet,” tambahnya.

Daniel mengaku tidak terlibat langsung terkait dengan lembaga pembiayaan ini karena posisinya sebagai vendor, bukan agen. “Tugas kami sebagai vendor secara terus-menerus mengeluarkan produk-produk dengan harga terjangkau. Tugas agen yang menjualnya kepada masyarakat,” ujarnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Lenovo Gerojok Pasar...
Lenovo Gerojok Pasar Komputer dengan 9 Produk Premium Yoga
Gordon Bell, Perancang...
Gordon Bell, Perancang Minikomputer Legendaris, Meninggal Dunia di Usia 89
Pria di Aceh Singkil...
Pria di Aceh Singkil Ditangkap, Gasak 21 Komputer Sekolah
IBM Luncurkan Eagle,...
IBM Luncurkan Eagle, Prosesor Kuantum Paling Kuat di Dunia
Alasan di Balik Pentingnya...
Alasan di Balik Pentingnya Troubleshooting 
Perkembangan dan Jenis-Jenis...
Perkembangan dan Jenis-Jenis Mouse Komputer dari Awal hingga Saat Ini
Berita Terkini
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
13 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
30 menit yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
1 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
1 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
2 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
2 jam yang lalu
Infografis
Makan Daging Kambing...
Makan Daging Kambing Menyebabkan Darah Tinggi, Mitos Atau Fakta?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved