IHSG berpeluang melemah lagi
Rabu, 08 Januari 2014 - 08:12 WIB
IHSG berpeluang melemah lagi
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham gGabungan (IHSG) diproyeksi tidak akan begitu bergairah pada perdagangan hari ini didorong negatifnya sentimen yang datang dari dalam negeri. Secara teknikal diproyeksikan IHSG akan berada pada rentang 4.126- 4.232.
"Pola three black crows terbentuk atas IHSG mengindikasikan bearish continuation (pelemahan lanjutan)," ujar Kepala Riset MNC Securites Edwin Sebayang, Rabu (8/1/2014).
Padahal, lanjut Edwin, dari luar negeri indeks Dow Jones rebound setelah menguat sebesar 105,84 poin (0,64 persen) ditutup di level 16.530,94 disertai penurunan The Vix sebesar 4,65 persen ditutup di level 12,92.
Kombinasi mengencilnya defisit perdagangan AS bulan November sebesar 12,9 persen menjadi USD34,3 miliar atau defisit perdagangan terkecil sejak Oktober 2009 akibat naiknya ekspor dan turunnya impor seiring turunnya impor bahan bakar minyak (BBM) setelah turunnya harga minyak mentah dan tingkat pengangguran Jerman bulan Desember menjadikannya level terendah selama lima bulan terakhir secara tidak terduga menjadi faktor Dow Jones mengalami rebound.
"Namun demikian, menurut saya, IHSG belum tentu naik merujuk kejatuhan EIDO (Indonesia ETF) sebesar 0,37 persen, kembali melemahnya rupiah di level 12.230 serta akibat pemberlakuan fraksi baru yang sangat tidak kondusif membuat investor berpikir 1000 kali sebelum masuk saat ini," tutur dia.
Edwin mengatakan, level support IHSG 4.126 penting untuk disimak. Menurut dia, jika level support tersebut tembus bukan mustahil IHSG akan ke level 4.000 sebelum masuk masa kampanye legislatif mulai 11 Januari hingga 5 April 2014, yang berpotensi mendorong IHSG menuju level 3.800.
"Pola three black crows terbentuk atas IHSG mengindikasikan bearish continuation (pelemahan lanjutan)," ujar Kepala Riset MNC Securites Edwin Sebayang, Rabu (8/1/2014).
Padahal, lanjut Edwin, dari luar negeri indeks Dow Jones rebound setelah menguat sebesar 105,84 poin (0,64 persen) ditutup di level 16.530,94 disertai penurunan The Vix sebesar 4,65 persen ditutup di level 12,92.
Kombinasi mengencilnya defisit perdagangan AS bulan November sebesar 12,9 persen menjadi USD34,3 miliar atau defisit perdagangan terkecil sejak Oktober 2009 akibat naiknya ekspor dan turunnya impor seiring turunnya impor bahan bakar minyak (BBM) setelah turunnya harga minyak mentah dan tingkat pengangguran Jerman bulan Desember menjadikannya level terendah selama lima bulan terakhir secara tidak terduga menjadi faktor Dow Jones mengalami rebound.
"Namun demikian, menurut saya, IHSG belum tentu naik merujuk kejatuhan EIDO (Indonesia ETF) sebesar 0,37 persen, kembali melemahnya rupiah di level 12.230 serta akibat pemberlakuan fraksi baru yang sangat tidak kondusif membuat investor berpikir 1000 kali sebelum masuk saat ini," tutur dia.
Edwin mengatakan, level support IHSG 4.126 penting untuk disimak. Menurut dia, jika level support tersebut tembus bukan mustahil IHSG akan ke level 4.000 sebelum masuk masa kampanye legislatif mulai 11 Januari hingga 5 April 2014, yang berpotensi mendorong IHSG menuju level 3.800.
(rna)
Lihat Juga :