IHSG berpeluang menguat tipis
Kamis, 09 Januari 2014 - 08:13 WIB
IHSG berpeluang menguat tipis
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi kembali menguat meski tipis lantaran diwarnai kejatuhan Dow Jones, kendati rupiah tetap bertahan di kisaran Rp12.000-an
"Merujuk faktor turunnya Dow Jones dan laju rupiah yang masih berada di level Rp12.225 per USD, maka saya memperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan kenaikannya secara terbatas dalam perdagangan Kamis ini," kata Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang, Kamis (9/1/2014).
Pola yang dibentuk secara teknikal menunjukkan tren penguatan lanjutan atas IHSG. Dia memprediksi, IHSG akan bergerak dalam rentang 4.150-4.238.
"Pola bullish harami terbentuk atas IHSG mengindikasikan bullish reversal," ujar Edwin.
Dari luar negeri, Dow Jones turun sebesar 68,2 poin (0,41 persen) ditutup di level 16.462,74 disertai kejatuhan The Vix sebesar 0,39 persen ditutup di level 12,87 didorong semakin meningkatkan pendapat perlunya tapering.
Pendapat tersebut merujuk pernyataan The Fed hasil dari Minutes Meeting 17-18 Desember 2013 yang menyatakan benefit dari stimulus moneter akan berkurang seiring berjalannya waktu atau bisa dikatakan terjadi peningkatan confidence dalam pertumbuhan ekonomi ke depannya.
Selain itu, laporan payroll lebih bagus dari yang diharapkan tercermin dalam ADP Payrolls Processors Private Sector bulan Desember 2013 terjadi penambahan 238 ribu tenaga kerja baru, penambahan tertinggi sejak November 2012 dan lebih tinggi dari laporan ADP November 2013 sebesar 200 ribu pekerja baru.
"Jika semua berjalan sesuai rencana dan berhasil menghasilkan apa yang diharapkan, maka tapering akan terus berjalan dan bukan mustahil terjadi percepatan tapering," tutur Edwin.
"Merujuk faktor turunnya Dow Jones dan laju rupiah yang masih berada di level Rp12.225 per USD, maka saya memperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan kenaikannya secara terbatas dalam perdagangan Kamis ini," kata Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang, Kamis (9/1/2014).
Pola yang dibentuk secara teknikal menunjukkan tren penguatan lanjutan atas IHSG. Dia memprediksi, IHSG akan bergerak dalam rentang 4.150-4.238.
"Pola bullish harami terbentuk atas IHSG mengindikasikan bullish reversal," ujar Edwin.
Dari luar negeri, Dow Jones turun sebesar 68,2 poin (0,41 persen) ditutup di level 16.462,74 disertai kejatuhan The Vix sebesar 0,39 persen ditutup di level 12,87 didorong semakin meningkatkan pendapat perlunya tapering.
Pendapat tersebut merujuk pernyataan The Fed hasil dari Minutes Meeting 17-18 Desember 2013 yang menyatakan benefit dari stimulus moneter akan berkurang seiring berjalannya waktu atau bisa dikatakan terjadi peningkatan confidence dalam pertumbuhan ekonomi ke depannya.
Selain itu, laporan payroll lebih bagus dari yang diharapkan tercermin dalam ADP Payrolls Processors Private Sector bulan Desember 2013 terjadi penambahan 238 ribu tenaga kerja baru, penambahan tertinggi sejak November 2012 dan lebih tinggi dari laporan ADP November 2013 sebesar 200 ribu pekerja baru.
"Jika semua berjalan sesuai rencana dan berhasil menghasilkan apa yang diharapkan, maka tapering akan terus berjalan dan bukan mustahil terjadi percepatan tapering," tutur Edwin.
(rna)
Lihat Juga :