Pengamat: Kenaikan elpiji tak berimbas ke BBG

Kamis, 09 Januari 2014 - 11:34 WIB
Pengamat: Kenaikan elpiji...
Pengamat: Kenaikan elpiji tak berimbas ke BBG
A A A
Sindonews.com - Pengamat perminyakan Kurtubi mengatakan, kenaikan elpiji tidak akan mempengaruhi kenaikan harga bahan bakar gas (BBG) kendaraan bermotor. Pasalnya, kedua bahan bakar gas tersebut berbeda.

"Meskipun sama-sama gas, namun kenaikan elpiji tidak akan mempengaruhi BBG kendaraan bermotor," kata Kurtubi dalam rilisnya, Kamis (9/1/2014).

Dia menuturkan, masih banyak masyarakat yang belum mengerti perbedaan kedua bahan bakar gas tersebut, sehingga menimbulkan persepsi yang salah di masyarakat.

"Gas elpiji itu merupakan pembunyian dari liquefied petroleum gas, sedangkan BBG kendaraan bermotor menggunakan LNG adalah liquefied natural gas. Dari bahasanya saja sudah berbeda,” ujar dia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, LPG (gas petrol) didapat dari gas hasil olahan minyak bumi, yang ketersediaannya makin minim. LPG berasal dari gas C3 atau propana dan C4 atau Butana.

"LPG akan semakin mahal karena inefisiensi Pertamina, selain minyak bumi juga semakin langka," tutur Kurtubi.

Sementara LNG, menurut Kurtubi berasal dari gas C1 Metana dan C2 Etana yang dicairkan. Untuk produksi LNG di dalam negeri masih melimpah, selain masih banyak inovasi yang bisa diciptakan untuk membuat BBG, antara lain biogas.

"Masyarakat tidak usah khawatir, kita tetap harus mendorong pemerintah untuk segera melaksanakan konversi BBM ke BBG," kata dia.

Sebelumnya, akibat naiknya harga elpiji menyebabkan kekhawatiran masyarakat tarif transportasi berbahan bakar gas juga akan menyertai. PT Pertamina pada Senin (6/1/2014) telah merevisi harga elpiji 12 kg dari semulai naik Rp3.500 per kg menjadi Rp1.000 per kg. Dengan demikian, harga per tabung elpiji 12 kg mulai pukul 00.00, Selasa (7/1/2014) menjadi Rp91.600 per tabung
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Andalkan Biogas, Warga...
Andalkan Biogas, Warga Desa Mundu Klaten Tak Panik saat Elpiji Langka
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Mahasiswa ITERA Rancang...
Mahasiswa ITERA Rancang Reaktor Biogas Mini sebagai Alternatif Elpiji
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
3 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved