Defisit transaksi berjalan RI 2013 naik jadi USD30 M

Kamis, 09 Januari 2014 - 19:07 WIB
Defisit transaksi berjalan...
Defisit transaksi berjalan RI 2013 naik jadi USD30 M
A A A
Sindonews.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo mengungkapkan, defisit transaksi berjalan yang dialami Indonesia pada 2013 meningkat USD6 miliar menjadi USD30 miliar, dibanding 2012 sebesar USD24 miliar.

Menurut Agus, defisit sebesar USD30 miliar tersebut setara dengan 3,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). "Memang ada peningkatan jika dibanding (defisit) 2012," ujar Agus di Gedung BI, Jakarta, Kamis (9/1/2014).

Namun, dia menerangkan bahwa angka defisit sebesar USD30 miliar tersebut masih lebih kecil dari asumsi BI sebelumnya yang berada di angka USD32 miliar.

Dia mengatakan, bukan saja asumsi BI, namun pada kuartal ketiga 2013 defisit transaksi berjalan sempat mencapai besaran 3,8 persen dari PDB. Karena itu, Agus masih menyambut positif angka defisit ini.

"Jadi jika dibandingkan kuartal III dan IV, maka secara berturut-turut telah ada perbaikan selama satu semester, terutama di akhir 2013," kata Agus.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) M Chatib Basri mengatakan, angka impor secara free on board (FOB) di kuartal II/2013 masih sebesar USD46,3 miliar. Sedangkan di kuartal III/2013 impor FOB telah sedikit menurun hingga mencapai USD44,2 miliar.

"Sekarang dengan logika, di kuartal IV/2013 Oktober dan November sudah surplus. Ini kenapa saya cukup percaya defisit neraca pembayaran kita itu akan turun di kuartal IV," kata Chatib beberapa waktu lalu.

Menkeu mengaku cukup pede bahwa pemerintah telah berusaha menyelesaikan isu internal di balik goyahnya perekonomian Indonesia sepanjang 2013, yaitu defisit neraca pembayaran. "Jadi saya sudah katakan kita sudah address isu domestiknya," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
1 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
2 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
2 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
3 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
3 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved