IHSG buka peluang kenaikan tipis
Jum'at, 10 Januari 2014 - 08:25 WIB
IHSG buka peluang kenaikan tipis
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi akan berada pada support 4.172-4.192 dan resistance 4.223-4.228.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, IHSG membuka peluang penguatan meski lajunya tidak leluasa alias terbatas.
"Peluang kenaikan lanjutan masih ada meski dalam pergerakan yang tipis. Meski IHSG sempat menyentuh target support 4.145-4.189, namun sempat juga menyentuh target resisten 4.216-4.220 sehingga menggambarkan hampir seimbangnya kekuatan daya beli dan daya jual," kata Reza di Jakarta, Jumat (10/1/2013).
Di sisi lain, optimisme pelaku pasar terhadap rilis RDG BI yang berharap BI rate tetap bertahan di level 7,5 persen dapat terwujud, sehingga sentimen negatif dari berbalik melemahnya laju bursa saham Asia dan imbas pelemahan bursa saham AS sebelumnya pasca merespon rilis FOMC Minutes dapat diimbangi.
"Terlihat beberapa sektor saham yang berkaitan dengan suku bunga mengalami kenaikan antara lain keuangan, properti dan industri dasar," ujar dia.
Dengan demikian, Reza mengatakan, market tinggal mengharapkan sentimen global dapat mendukung peluang kenaikan lanjutan tersebut.
Menilik perdagangan sebelumnya, IHSG sepanjang perdagangan menyentuh level tertingggi 4.216,82 di awal sesi 2 dan menyentuh level terendah 4.189,12 di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.201,22.
Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Dari luar negeri, Sentimen positif dari kenaikan penjualan ritel dan building permits Australia belum cukup mampu mengimbangi laju bursa saham Asia yang berbalik melemah setelah pelaku pasar terimbas laju negatif bursa saham AS merespon FOMC minutes yang mengindikasikan akan segera dilakukannya tapering off stimulus the Fed.
Selain itu, pelaku pasar juga merespon negatif rilis Price Producer Index (PPI) China yang masih rendah. Turunnya saham Great Wall Motor Co. pasca perkiraan turunnya penjualan di tahun 2014 dan Yunnan Copper Industry Co. serta Jiangxi Copper Co. turut menambah sentimen negatif.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, IHSG membuka peluang penguatan meski lajunya tidak leluasa alias terbatas.
"Peluang kenaikan lanjutan masih ada meski dalam pergerakan yang tipis. Meski IHSG sempat menyentuh target support 4.145-4.189, namun sempat juga menyentuh target resisten 4.216-4.220 sehingga menggambarkan hampir seimbangnya kekuatan daya beli dan daya jual," kata Reza di Jakarta, Jumat (10/1/2013).
Di sisi lain, optimisme pelaku pasar terhadap rilis RDG BI yang berharap BI rate tetap bertahan di level 7,5 persen dapat terwujud, sehingga sentimen negatif dari berbalik melemahnya laju bursa saham Asia dan imbas pelemahan bursa saham AS sebelumnya pasca merespon rilis FOMC Minutes dapat diimbangi.
"Terlihat beberapa sektor saham yang berkaitan dengan suku bunga mengalami kenaikan antara lain keuangan, properti dan industri dasar," ujar dia.
Dengan demikian, Reza mengatakan, market tinggal mengharapkan sentimen global dapat mendukung peluang kenaikan lanjutan tersebut.
Menilik perdagangan sebelumnya, IHSG sepanjang perdagangan menyentuh level tertingggi 4.216,82 di awal sesi 2 dan menyentuh level terendah 4.189,12 di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.201,22.
Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Dari luar negeri, Sentimen positif dari kenaikan penjualan ritel dan building permits Australia belum cukup mampu mengimbangi laju bursa saham Asia yang berbalik melemah setelah pelaku pasar terimbas laju negatif bursa saham AS merespon FOMC minutes yang mengindikasikan akan segera dilakukannya tapering off stimulus the Fed.
Selain itu, pelaku pasar juga merespon negatif rilis Price Producer Index (PPI) China yang masih rendah. Turunnya saham Great Wall Motor Co. pasca perkiraan turunnya penjualan di tahun 2014 dan Yunnan Copper Industry Co. serta Jiangxi Copper Co. turut menambah sentimen negatif.
(rna)
Lihat Juga :