Rupiah diperkirakan terapresiasi di awal pekan
Senin, 13 Januari 2014 - 08:53 WIB
Rupiah diperkirakan terapresiasi di awal pekan
A
A
A
Sindonews.com - Laju rupiah pada hari ini diperkirakan memiliki potensi untuk kembali menguat, melanjutkan apresiasi yang terjadi pada penutupan perdagangan pekan lalu.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, dipertahankannya suku bunga acuan BI (BI Rate) di level 7,5 persen dan kenaikan suku bungan LPS 25 basis poin serta pemberitaan optimisme kenaikan cadangan devisa di negara-negara Asean mampu memberikan sentimen positif bagi rupiah.
Bahkan cadangan devisa Indonesia termasuk yang mengalami kenaikan dengan posisi per akhir Desember 2013 senilai USD99,39 miliar dibandingkan bulan sebelumnya senilai USD96,96 miliar.
"Meski jika dibandingkan dengan akhir tahun 2012 masih lebih rendah, namun adanya indikasi mulai membaiknya posisi cadangan devisa memberikan sentimen positif bagi rupiah di tengah masih adanya sentimen dari percepatan penarikan stimulus the Fed," kata dia, Senin (13/1/2014).
Dia mengatakan, laju rupiah di atas target resisten Rp12.248 per USD atau dalam kisaran Rp12.218-12.183 per USD berdasarkan kurs tengah BI.
Pada perdagangan akhir pekan lalu, rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp12.197 per USD atau terapresiasi 66 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp12.229 per USD.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg ditutup pada level Rp12.162 per USD. Posisi sore itu menguat 31 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp12.193 per USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, dipertahankannya suku bunga acuan BI (BI Rate) di level 7,5 persen dan kenaikan suku bungan LPS 25 basis poin serta pemberitaan optimisme kenaikan cadangan devisa di negara-negara Asean mampu memberikan sentimen positif bagi rupiah.
Bahkan cadangan devisa Indonesia termasuk yang mengalami kenaikan dengan posisi per akhir Desember 2013 senilai USD99,39 miliar dibandingkan bulan sebelumnya senilai USD96,96 miliar.
"Meski jika dibandingkan dengan akhir tahun 2012 masih lebih rendah, namun adanya indikasi mulai membaiknya posisi cadangan devisa memberikan sentimen positif bagi rupiah di tengah masih adanya sentimen dari percepatan penarikan stimulus the Fed," kata dia, Senin (13/1/2014).
Dia mengatakan, laju rupiah di atas target resisten Rp12.248 per USD atau dalam kisaran Rp12.218-12.183 per USD berdasarkan kurs tengah BI.
Pada perdagangan akhir pekan lalu, rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp12.197 per USD atau terapresiasi 66 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp12.229 per USD.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg ditutup pada level Rp12.162 per USD. Posisi sore itu menguat 31 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp12.193 per USD.
(rna)