Industri dorong ekonomi RI masuki babak baru

Senin, 13 Januari 2014 - 10:16 WIB
Industri dorong ekonomi...
Industri dorong ekonomi RI masuki babak baru
A A A
Sindonews.com - Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesiam, Firmanzah menilai, pertumbuhan industri manufaktur 2013 yang melampaui pertumbuhan ekonomi nasional, tidak hanya membantah pernyataan bahwa Indonesia mengalami deindustrialisasi.

Namun, kata dia, juga mempertegas bahwa industri memainkan peran penting dalam sistem perekonomian nasional. "Ekonomi Indonesia saat ini memasuki babak baru dalam tahapan pembangunan nasional," kata dia seperti dikutip dari situs Setkab, Senin (13/1/2014).

Berdasarkan data Badan Pusat Stastistik (BPS), industri manufaktur nasional tumbuh 8,99 persen pada kuartal I/2013. Sementara, kuartal II/2013 tumbuh 6,77 persen dan kuartal III/2013 tumbuh 6,83 persen.

Firmanzah pun mengapresiasi keputusan DPR-RI yang menyetujui pengesahan RUU Perindustrian pada akhir 2013. Dia berharap RUU yang akan menggantikan UU No 5/1984 itu dapat mengakselerasi pembangunan industri nasional sebagai salah satu mesin ekonomi nasional.

Dia menilai, percepatan dan perluasan pembangunan melalui industrialisasi-hilirisasi akan semakin kokoh dengan terbitnya UU Perindustrian yang baru ini.

"Hadirnya UU Perindustrian yang baru ini juga akan lebih menjamin pemerataan penyebaran pembangunan industri besar, menengah, kecil dan menengah di seluruh Indonesia," jelas Firmanzah.

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan itu meyakini, struktur industri nasional akan semakin kuat. Termasuk pemerataan pembangunan dapat terus didorong, daya saing terus meningkat, dan kedaulatan industri dapat diwujudkan di tengah tekanan ekonomi global, serta proses integrasi ekonomi yang sedang berlangsung.

"Dengan mendorong industrialisasi, investasi dan konsumsi rumah tangga akan mendapatkan kekuatan baru dan secara bersamaan mendorong pertumbuhan ekonomi positif yang selama ini dicapai," papar Firmanzah.

Menurutnya, dengan didukung UU baru ini, akselerasi industrialisasi akan semakin meningkat dan daya saing nasional terus membaik.

Dia menuturkan, akselerasi industrialisasi dilaksanakan melalui lima strategi utama, yaitu mendorong partisipasi dunia usaha dalam pembangunan infrastruktur, percepatan proses pengambilan keputusan untuk mengatasi hambatan birokrasi (Debottlenecking).

Selain itu, reorientasi kebijakan ekspor bahan mentah dan sumber energi, mendorong peningkatan produktivitas & daya saing dan meningkatkan integrasi pasar domestik.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pacu Pertumbuhan Ekonomi,...
Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Pengembangan Kawasan Industri Brebes Diakselerasi
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
6 menit yang lalu
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
56 menit yang lalu
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
1 jam yang lalu
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
10 jam yang lalu
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
10 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
10 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved