Ini pandangan JK terkait pembenahan ekonomi RI

Senin, 13 Januari 2014 - 19:34 WIB
Ini pandangan JK terkait...
Ini pandangan JK terkait pembenahan ekonomi RI
A A A
Sindonews.com - Mantan Presiden RI Jusuf Kalla (JK) ditodong pertanyaan pengusaha di Bali mulai konsep dan pemikirannya dalam membangun ekonomi hingga langkahnya kelak jika dipercaya memimpin Indonesia. Meski tidak secara tegas menjawab apakah akan maju dalam pencapresan namun yang pasti JK masih ingin mengabdi berbuat untuk bangsa ini.

Dalam diskusi terbatas dengan kalangan pengusaha dan asosiasi yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali, JK melontarkan gagasan dalam membenahi perekonomian nasional.

"Tidak ada prioritas untuk membenahi ekonomi Indonesia, karena semua prioritas, ekonomi sangat penting tetapi kalau politik tidak stabil ya semuanya tidak bisa jalan," tuturnya di Denpasar, Senin (13/1/2014).

Demikian juga, meski ekonomi dan politik sama-sama berjalan namun jika hukum tidak berjalan, maka pembangunan yang diharapkan tidak juga bisa jalan.

Menurutnya, semua sektor memegang peranan penting dalam membangun ekonomi Indonesia. Pembangunan infrastruktur, pariwisata, hukum dan lainnya, semua penting jadi harus dijalankan secara bersama-sama. "Hal itu tidak bisa dihindarkan, karena dalam kehidupan ini selalu ada ketergantungan," jelasnya dalam diskusi yang dipandu Ketua Kadin Bali yang anggota DPR Gede Sumarjaya Linggih.

JK menambahkan, ekonomi yang baik akan menyebabkan masyarakat semakin baik tingkat kehidupannya sehingga bisa lebih harmonis hidupnya. Jika masyarakat tidak harmomis maka kehidupan politik juga tidak akan berjalan dengan baik pula.

"Kalau politik berjalan dengan baik maka keamanan akan berjalan dengan baik pula. Pun, jika politik dan keamanan dapat berjalan dengan baik maka kehidupan negara ini akan lebik baik juga," paparnya.

JK menegaskan, di semua lini sektor kehidupan masyarakat, saling ketergantungan sama satu sama lainnya. Karenanya, dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara tidak ada yang lebih penting antara satu dengan yang lain karena semua penting.

"Ekonomi suatu bangsa akan dinilai seberapa besar sejahteranya suatu bangsa, dan itu diukur seberapa besar produktivitas bangsa itu," terangnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
55 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan SPBU di Medan Beroperasi Normal
1 jam yang lalu
Kopdes Merah Putih di...
Kopdes Merah Putih di Melawai Baru Cuan Rp78 Ribu dalam 6 Bulan, Menkop Ferry Buka Suara
1 jam yang lalu
Jasa Marga Perkuat Penciptaan...
Jasa Marga Perkuat Penciptaan Nilai Berkelanjutan, Selaras Arah Transformasi Danantara
1 jam yang lalu
IHSG Berakhir Menghijau...
IHSG Berakhir Menghijau di 6.041, Transaksi Tembus Rp11,3 Triliun
2 jam yang lalu
Tips MotionTrade: Strategi...
Tips MotionTrade: Strategi Buy on Weakness & Buy on Breakout Sesuai Kondisi Pasar
3 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved