Dahlan bantah pemerintah setujui Pertamina akuisisi PGN
Selasa, 14 Januari 2014 - 18:36 WIB
Dahlan bantah pemerintah setujui Pertamina akuisisi PGN
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan memastikan bahwa dirinya tidak terkait dengan rapat pada 7 Januari 2014 di Kantor Pusat Pertamina.
Dalam risalah rapat yang beredar menyebutkan bahwa pemerintah telah memberikan persetujuan atas rencana PT Pertamina mengakuisisi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). "Enggak tahu. Enggak tahu saya rapat itu," kata Dahlan Iskan kepada wartawan, Selasa (14/1/2014).
Sebelumnya, disebutkan bahwa berdasar risalah rapat di Kantor Pertamina pada 7 Januari 2014 tersebut, pemerintah sudah menyetujui rencana akuisisi PGN oleh Pertamina. Putusan itu berdasar risalah rapat yang dihadiri Menteri BUMN Dahlan Iskan, Deputi Menteri BUMN Dwiyanti Tjahjaningsih.
Selain itu, hadir pula Komisaris Pertamina Mahmudin Yasin, Edy Hermantoro, Bambang Brodjonegoro dan direksi Pertamina, yaitu Direktur Gas Hari Karyuliarso, dan Direktur Pemasaran Niaga Hanung Budya.
Pernyataan Dahlan tersebut sekaligus membantah bahwa pemerintah menyetujui rencana akuisisi PGN oleh Pertamina. Dia juga menolak memberikan penjelasan apakah diriny sudah memberikan putusan mengenai akuisisi PGN oleh Pertamina. "Enggak tahu, engga tahu saya," katanya kepada wartawan.
Mantan Dirut PLN ini dalam beberapa kesempatan sebelumnya menyatakan bahwa dirinya sudah mengantongi keputusan terkait permasalahan Pertamina-PGN. Namun, dia belum juga mengumumkannya. Meski demikian Dahlan sudah memanggil direksi Pertamina dan PGN pada 30 Desember 2013.
Rapat tersebut berlangsung di ruang rapat Lantai M, Kantor Kementerian BUMN. Berdasar notulensi rapat yang beredar di kalangan wartawan, rapat dihadiri oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan, sejumlah deputi dan staf ahli. Mereka antara M Zamkhani, Pandu Djayanto, dan Parikesit Suprapto.
Adapun perwakilan Pertamina yang hadir adalah Direktur Pemasaran dan Niaga Hanung Budya, Direktur Gas Hari Karyuliarso dan staf Pertamina. Sedangkan dari pihak PGN diwakili oleh Direktur Keuangan Riza Pahlevi dan staf.
Kepada yang hadir dalam rapat itu, Dahlan menyatakan bahwa dirinya sudah berdialog dengan Pertamina maupun PGN dan akan mengambil keputusan yang paling rasional. "Yang paling logis adalah PGN membeli Pertagas, dan untuk sementara Pertamina tidak perlu aktif di hilir gas," kata Dahlan, seperti tertulis dalam notulensi rapat.
Dalam mengakuisisi Pertagas itu, PGN bisa membayar dengan saham Pertamina di PGN atau cash. "Sehingga Pertamina bisa fokus pada pengembangan hulu. Dengan demikian, Pertamina tidak lagi perlu mengurusi detail hilir gas," katanya.
Sementara, terkait opsi akuisisi PGN oleh Pertamina, menurut Dahlan belum waktunya untuk dilakukan saat ini. "Kelak suatu saat nanti Pertamina bisa membeli PGN dengan mempertimbangkan timing dan strateginya," pungkas Dahlan.
Dalam risalah rapat yang beredar menyebutkan bahwa pemerintah telah memberikan persetujuan atas rencana PT Pertamina mengakuisisi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). "Enggak tahu. Enggak tahu saya rapat itu," kata Dahlan Iskan kepada wartawan, Selasa (14/1/2014).
Sebelumnya, disebutkan bahwa berdasar risalah rapat di Kantor Pertamina pada 7 Januari 2014 tersebut, pemerintah sudah menyetujui rencana akuisisi PGN oleh Pertamina. Putusan itu berdasar risalah rapat yang dihadiri Menteri BUMN Dahlan Iskan, Deputi Menteri BUMN Dwiyanti Tjahjaningsih.
Selain itu, hadir pula Komisaris Pertamina Mahmudin Yasin, Edy Hermantoro, Bambang Brodjonegoro dan direksi Pertamina, yaitu Direktur Gas Hari Karyuliarso, dan Direktur Pemasaran Niaga Hanung Budya.
Pernyataan Dahlan tersebut sekaligus membantah bahwa pemerintah menyetujui rencana akuisisi PGN oleh Pertamina. Dia juga menolak memberikan penjelasan apakah diriny sudah memberikan putusan mengenai akuisisi PGN oleh Pertamina. "Enggak tahu, engga tahu saya," katanya kepada wartawan.
Mantan Dirut PLN ini dalam beberapa kesempatan sebelumnya menyatakan bahwa dirinya sudah mengantongi keputusan terkait permasalahan Pertamina-PGN. Namun, dia belum juga mengumumkannya. Meski demikian Dahlan sudah memanggil direksi Pertamina dan PGN pada 30 Desember 2013.
Rapat tersebut berlangsung di ruang rapat Lantai M, Kantor Kementerian BUMN. Berdasar notulensi rapat yang beredar di kalangan wartawan, rapat dihadiri oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan, sejumlah deputi dan staf ahli. Mereka antara M Zamkhani, Pandu Djayanto, dan Parikesit Suprapto.
Adapun perwakilan Pertamina yang hadir adalah Direktur Pemasaran dan Niaga Hanung Budya, Direktur Gas Hari Karyuliarso dan staf Pertamina. Sedangkan dari pihak PGN diwakili oleh Direktur Keuangan Riza Pahlevi dan staf.
Kepada yang hadir dalam rapat itu, Dahlan menyatakan bahwa dirinya sudah berdialog dengan Pertamina maupun PGN dan akan mengambil keputusan yang paling rasional. "Yang paling logis adalah PGN membeli Pertagas, dan untuk sementara Pertamina tidak perlu aktif di hilir gas," kata Dahlan, seperti tertulis dalam notulensi rapat.
Dalam mengakuisisi Pertagas itu, PGN bisa membayar dengan saham Pertamina di PGN atau cash. "Sehingga Pertamina bisa fokus pada pengembangan hulu. Dengan demikian, Pertamina tidak lagi perlu mengurusi detail hilir gas," katanya.
Sementara, terkait opsi akuisisi PGN oleh Pertamina, menurut Dahlan belum waktunya untuk dilakukan saat ini. "Kelak suatu saat nanti Pertamina bisa membeli PGN dengan mempertimbangkan timing dan strateginya," pungkas Dahlan.
(izz)
Lihat Juga :