Harga minyak dunia menguat

Selasa, 14 Januari 2014 - 20:27 WIB
Harga minyak dunia menguat
Harga minyak dunia menguat
A A A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan dunia hari ini naik, namun keuntungan dibatasi prospek kembalinya pasokan Iran, menyusul kesepakatan untuk membatasi program nuklir Teheran mulai pekan depan.

Kontrak utama New York, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, tumbuh 21 sen menjadi USD92,01 per barel. Sementara minyak mentah Brent North untuk Februari, menguat dua sen berdiri di angka USD106,77 per barel pada perdagangan di London.

Minyak mentah berjangka jatuh pada Senin (13/1/2014), di tengah kekhawatiran kelebihan pasokan menyusul berita bahwa kesepakatan sementara Iran akan berlaku mulai 20 Januari.

Berdasarkan kesepakatan awal yang dicapai pada November 2013, Iran setuju untuk mengekang bagian dari program nuklirnya selama enam bulan dalam pertukaran untuk menerima bantuan sederhana dari sanksi internasional dan janji dari P5+1 (Inggris, China, Perancis, Rusia, Amerika Serikat plus Jerman) untuk tidak menjatuhkan sanksi baru terhadap mereka.

Hal ini memberikan kedua belah pihak waktu dengan solusi yang lebih komprehensif. Di mana Teheran telah mendapatkan sanksi internasional menyakitkan yang ditujukan untuk mengakhiri program nuklir, yang dituduh Barat akan digunakan untuk mengembangkan senjata. Namun, Iran membantah tudingan tersebut.

Menurut data Administrasi Informasi Energi AS (EIA), Iran, yang merupakan anggota OPEC, memompa sekitar 2,8 juta barel minyak mentah pada Desember 2013.

"Investor sadar bahwa harga akan berada di bawah tekanan jika minyak Iran akhirnya kembali ke pasar. Tapi, mereka juga tahu bahwa itu akan memakan waktu cukup lama produksi kembali," kata David Lennox, analis sumber daya Fat Prophets, Sydney, seperti dilansir dari The West Australian, Selasa (14/1/2014).

Dia menyebutkan, para dealer juga menunggu data resmi baru stok AS yang akan dirilis pada Rabu (16/1/2014) waktu setempat, sebagai petunjuk permintaan di konsumen minyak terbesar dunia tersebut, yang saat ini dilanda cuaca dingin. "Cuaca ekstrem di Amerika Serikat tidak hanya mempengaruhi permintaan, tapi juga menyebabkan beberapa gangguan pasokan," tandas Lennox.

Departemen Energi AS (DoE) akan menerbitkan tingkat persediaan minyak mentah komersial untuk pekan yang berakhir 10 Januari. Secara terpisah, pedagang juga akan mencerna data stok mingguan dari badan industri AS, American Petroleum Institute.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
1 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
7 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
8 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
8 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
9 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
9 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved