UKM jadi tumpuan saat ekonomi RI memburuk
Rabu, 15 Januari 2014 - 19:00 WIB
UKM jadi tumpuan saat ekonomi RI memburuk
A
A
A
Sindonews.com - Menjelang digulirkannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015, para pelaku usaha di Indonesia mulai mempersiapkan diri. Dimulainya pasar bebas di kawasan ASEAN tahun depan, maka peluang pengusaha seluruh Indonesia untuk memasarkan produknya ke luar negeri semakin terbuka.
Meski harus menghadapi persaingan dari beberapa negara lainnya, diharapkan MEA akan mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam negeri. Memasuki tahun politik yang bersifat transisional, dunia usaha juga merasakan dampak dari instabilitas negara.
Pengamat Perbankan, Jeffry Wurangian menyebut faktor polhukam memberi dampak yang signifikan pada perekonomian makro Indonesia. "Pertumbuhan ekonomi tahun ini diharapkan positif. Neraca perdagangan Indonesia harus sudah membaik sebelum kita terjun di MEA 2015," kata dia, dalam rilisnya, Rabu (15/1/2014).
Menurutnya, saat ini sektor perbankan sedang fokus pada kredit Usaha Kecil Menengah (UKM). "Momen ini bagus bagi pengusaha yang sedang membangun usahanya," ujar anggota Ikatan Bankir Indonesia ini.
Dia mengatakan, sektor UKM terbukti lebih mampu bertahan dalam krisis dibanding sektor korporasi. "Berkaca pada krisis 2008, sektor UKM sama sekali tidak terganggu krisis. Inilah yang menyebabkan kredit UKM menjadi trend bagi bank-bank di Indonesia," kata pria yang juga menjabat Ketua Harian PBVSI Sulawesi Utara ini.
Jeffry mengatakan, dalam situasi ekonomi yang sulit, kredit bagi sektor UKM memiliki risiko lebih kecil dibanding korporasi.
Pegiat hukum bagi pelaku UKM, Regginaldo Sultan mengatakan, sektor UKM selalu tumbuh, kultur wirausaha di Indonesia sudah menjalar sampai generasi muda.
Pria yang kerap disapa Reggi ini meminta pemerintah untuk menyiapkan payung hukum yang jelas bagi pelaku UKM. "Peraturan tersebut penting bagi keberlangsungan UKM, agar jelas tata aturan dan konsekuensinya," terangnya.
Reggi berharap agar pemerintah bersikap pro aktif pada sektor UKM. Sebagai salah satu pilar ekonomi bangsa, sektor UKM bisa menjadi tumpuan saat kondisi ekonomi memburuk.
"Semakin hari sektor UKM semakin berkembang. Pemerintah harus mampu mengakomodir keadaan ini, jangan sampai sektor UKM tidak siap menghadapi MEA 2015," pungkasnya.
Meski harus menghadapi persaingan dari beberapa negara lainnya, diharapkan MEA akan mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam negeri. Memasuki tahun politik yang bersifat transisional, dunia usaha juga merasakan dampak dari instabilitas negara.
Pengamat Perbankan, Jeffry Wurangian menyebut faktor polhukam memberi dampak yang signifikan pada perekonomian makro Indonesia. "Pertumbuhan ekonomi tahun ini diharapkan positif. Neraca perdagangan Indonesia harus sudah membaik sebelum kita terjun di MEA 2015," kata dia, dalam rilisnya, Rabu (15/1/2014).
Menurutnya, saat ini sektor perbankan sedang fokus pada kredit Usaha Kecil Menengah (UKM). "Momen ini bagus bagi pengusaha yang sedang membangun usahanya," ujar anggota Ikatan Bankir Indonesia ini.
Dia mengatakan, sektor UKM terbukti lebih mampu bertahan dalam krisis dibanding sektor korporasi. "Berkaca pada krisis 2008, sektor UKM sama sekali tidak terganggu krisis. Inilah yang menyebabkan kredit UKM menjadi trend bagi bank-bank di Indonesia," kata pria yang juga menjabat Ketua Harian PBVSI Sulawesi Utara ini.
Jeffry mengatakan, dalam situasi ekonomi yang sulit, kredit bagi sektor UKM memiliki risiko lebih kecil dibanding korporasi.
Pegiat hukum bagi pelaku UKM, Regginaldo Sultan mengatakan, sektor UKM selalu tumbuh, kultur wirausaha di Indonesia sudah menjalar sampai generasi muda.
Pria yang kerap disapa Reggi ini meminta pemerintah untuk menyiapkan payung hukum yang jelas bagi pelaku UKM. "Peraturan tersebut penting bagi keberlangsungan UKM, agar jelas tata aturan dan konsekuensinya," terangnya.
Reggi berharap agar pemerintah bersikap pro aktif pada sektor UKM. Sebagai salah satu pilar ekonomi bangsa, sektor UKM bisa menjadi tumpuan saat kondisi ekonomi memburuk.
"Semakin hari sektor UKM semakin berkembang. Pemerintah harus mampu mengakomodir keadaan ini, jangan sampai sektor UKM tidak siap menghadapi MEA 2015," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :