Rupiah diproyeksi melemah
Kamis, 16 Januari 2014 - 08:52 WIB
Rupiah diproyeksi melemah
A
A
A
Sindonews.com - Seiring derasnya hujan yang mengguyur kota Jakarta, sentimen negatif yang mengguyur laju rupiah tampak juga mulai deras.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, laju rupiah sedikit mengalami pelemahan setelah terimbas penguatan USD merespon pernyataan beberapa petinggi The Fed negara bagian AS, antara lain Atlanta, Philadelphia, dan Dallas, yang sangat menginginkan melanjutkan kebijakan tapering off.
"Apalagi dengan rilis kenaikan di atas estimasi pertumbuhan retail sales, chain store sales, dan business inventories AS membuat laju USD terapresiasi," kata Reza, Kamis (16/1/2014).
Pada perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan hanya akan bergerak pada rentang yang tipis cenderung melemah, setelah beberapa hari seblumnya sempat menunjukkan tren penguatan.
"Laju rupiah dibawah target resisten Rp12.000 per USD. Rentang rupiah di kisaran Rp12.095-12.050 per USD mengacu kurs tengah BI," prediksi Reza.
Kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp12.077 per USD atau terdepresiasi 30 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp12.047 per USD.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg ditutup pada level Rp12.085 per USD. Posisi ini melemah 35 poin dibanding penutupan Senin (13/1/2014) di level Rp12.050 per USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, laju rupiah sedikit mengalami pelemahan setelah terimbas penguatan USD merespon pernyataan beberapa petinggi The Fed negara bagian AS, antara lain Atlanta, Philadelphia, dan Dallas, yang sangat menginginkan melanjutkan kebijakan tapering off.
"Apalagi dengan rilis kenaikan di atas estimasi pertumbuhan retail sales, chain store sales, dan business inventories AS membuat laju USD terapresiasi," kata Reza, Kamis (16/1/2014).
Pada perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan hanya akan bergerak pada rentang yang tipis cenderung melemah, setelah beberapa hari seblumnya sempat menunjukkan tren penguatan.
"Laju rupiah dibawah target resisten Rp12.000 per USD. Rentang rupiah di kisaran Rp12.095-12.050 per USD mengacu kurs tengah BI," prediksi Reza.
Kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp12.077 per USD atau terdepresiasi 30 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp12.047 per USD.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg ditutup pada level Rp12.085 per USD. Posisi ini melemah 35 poin dibanding penutupan Senin (13/1/2014) di level Rp12.050 per USD.
(rna)