Pengamat: Keputusan blunder Pertamina akuisisi PGN

Minggu, 19 Januari 2014 - 16:23 WIB
Pengamat: Keputusan...
Pengamat: Keputusan blunder Pertamina akuisisi PGN
A A A
Sindonews.com - Peneliti Pusat Studi Energi UGM, Fahmy Radhi menilai tujuan Pertamina mengakuisisi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) yang disebut demi menerapkan open access, sesungguhnya tidak akan memberikan benefit signifikan bagi Pertamina.

Dia mengkhawatirkan, pengambilalihan ini akan menambah beban Pertamina, yang sudah terlanjur tambun di banyak lini bisnis. "Terlebih, Pertamina selama ini tak kunjung reda diterpa berbagai masalah, sehingga semakin menjauhkan harapan Pertamina menjadi world class oil company," ujar Fahmy akhir pekan lalu di Jakarta.

Dia menjelaskan, upaya akuisisi Pertamina terhadap PGN merupakan puncak perseteruan antara kedua perusahaan pelat merah yang berlangsung selama ini. Pemicunya adalah kebijakan liberalisasi tata kelola Gas.

Melalui Peraturan Menteri (Permen) ESDM No 19/2009, pemerintah membuka peluang perniagaan dan usaha pengangkutan gas bumi bagi semua pelaku usaha dalam suatu persaiangan bebas melalui skema open access.

Awalnya, kata dia, ada perbedaan pendapat antara Pertamina dan PGN dalam menyikapi kebijakan open access. Di satu sisi Pertagas sangat bersemangat untuk menerapkan open access tanpa reserve. Sisi lain, PGN bersikeras tidak menerapkan open access secara total saat ini.

Alasannya, masih ada permasalahan teknis dan ekonomis berkaitan dengan ketersediaan infrastruktur jaringan pipa transmisi dan distribusi yang harus diselesaikan.

Fahmy mengatakan, sebelumnya Pertamina meminta izin pemerintah menaikan harga elpiji 12 kg. Karena Pertamina menanggung rugi triliunan rupiah selama bertahun-tahun.

Atas alasan menutup kerugian itu, Pertamina nekat menaikan harga elpiji 12 kg secara sepihak sebesar 68 persen tanpa konsultasi dengan Pemerintah. Akhirnya kenaikan ini dianulir pemerintah hanya dalam waktu lima hari.

Ketidakmampuan Pertamina dalam menambah kilang minyak yang sudah dicanangkan sejak bertahun-tahun lalu hingga kini juga tidak pernah terwujud. Dampaknya, Indonesia menjadi net-impoter BBM yang semakin membebani neraca perdagangan Indonesia.

Menurutnya, kekalahan demi kekalahan dalam perebutan ladang migas melawan perusahaan minyak asing telah menorehkan stigma bahwa Pertamina dinilai unqualified dalam mengelola ladang migas di negeri sendiri.

Dia mengatakan, dalam kondisi tersebut, upaya akuisisi Pertamina terhadap PGN merupakan keputusan blunder. "Tidak saja akan semakin memperberat beban korporasi Pertamina, tetapi juga dapat memperburuk kinerja PGN pasca diakuisisi, bahkan berpotensi menurunkan harga saham PGN," ujarnya.

Fluktuasi harga saham PGN dalam sebulan ini lebih disebabkan adanya sentimen negatif terkait rencana akuisisi PGN oleh Pertamina. Tak dapat disangkal lagi bahwa fluktuasi harga saham PGN merupakan signal penolakan terhadap rencana akuisi PGN oleh Pertamina. "Janganlah keputusan bluder tersebut terlalu dipaksakan," pungkas Fahmy.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Berita Terkini
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
12 menit yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
17 menit yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
33 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
35 menit yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Resign: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
38 menit yang lalu
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
39 menit yang lalu
Infografis
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Resmi Turun Lagi per 1 Oktober 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved