IHSG pekan ini dalam tren positif
Senin, 20 Januari 2014 - 08:59 WIB
IHSG pekan ini dalam tren positif
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini berada pada rentang support 4.280-4.345 dan resisten 4.448-4.474.
"Laju IHSG memiliki low di atas target resisten 4.268-4.289. Level tersebut menunjukkan aksi beli yang cukup signifikan mengangkat IHSG dan membentuk tren kenaikan. Tetapi, juga meninggalkan utang gap 4.270-4.292 yang membuat rawan untuk profit taking," kata Reza, Senin (20/1/2014).
Reza mengimbau pelaku pasar untuk mewaspadai adanya pelemahan jika sentimen yang ada kurang mendukung untuk menciptakan tren penguatan lanjutan.
Menilik laju sebelumnya, IHSG masih tercatat menghijau sepanjang sepekan kemarin. Meski di akhir pekan mengalami pelemahan, namun secara mengejutkan laju IHSG masih berada di zona hijau.
Penguatan ini merupakan imbas kenaikan yang cukup signifikan di awal pekan yang merespon data-data makro ekonomi dalam negeri yang dirilis di pekan sebelumnya, diantaranya laju rupiah yang mampu berbalik menguat, adanya rilis kenaikan suku bunga LPS 25 basis poin (bps) dan pemberitaan optimisme kenaikan cadangan devisa di negara-negara Asean.
Cadangan devisa Indonesia termasuk yang mengalami kenaikan dengan posisi per akhir Desember 2013 senilai USD99,39 miliar dibandingkan bulan sebelumnya senilai Rp96,96 miliar.
"Sepanjang pekan kemarin, asing berbalik tercatat melakukan aksi beli senilai Rp3,27 triliun dari sebelumnya yang melakukan aksi jual senilai Rp361,86 miliar," terang Reza.
Kembali IHSG menorehkan prestasi yang luar biasa di awal tahun. Di tengah anggapan adanya aturan fraksi dapat menghambat laju IHSG, ternyata IHSG mampu mengalami kenaikan signifikan.
Adanya imbas pergerakan bursa saham Asia yang cukup positif di awal pekan setelah merespon penguatan laju bursa saham AS sebelumnya pasca dirilisnya pertumbuhan nonfarm payrolls yang rendah membuat IHSG kembali mendapatkan angin segar untuk melanjutkan kenaikannya.
Bahkan terus positifnya laju nilai tukar rupiah serta besarnya aksi beli asing turut memberikan tambahan amunisi kepada IHSG untuk melesat. Saham-saham big caps pun menjadi buruan.
Walau sempat membuat pasar khawatir akan terjadinya aksi ambil untung setelah penguatan yang cukup signifikan sebelum libur Maulid Nabi Muhammad SAW dan ditambah adanya gap di level 4.270-4.292 cukup memberikan potensi untuk dilakukannya aksi ambil untung.
"Namun, ternyata laju IHSG masih dapat menguat menembus area overbought-nya membentuk utang gap 4.393-4.398 dengan ditopang masih hijaunya bursa saham global," kata dia.
Adanya pemberitaan bahwa Bank Dunia memberikan penilaian pesimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dan kembali variatifnya laju bursa saham Asia membuat pelaku pasar termotivasi untuk melakukan aksi jual hingga di akhir pekan.
"Laju IHSG memiliki low di atas target resisten 4.268-4.289. Level tersebut menunjukkan aksi beli yang cukup signifikan mengangkat IHSG dan membentuk tren kenaikan. Tetapi, juga meninggalkan utang gap 4.270-4.292 yang membuat rawan untuk profit taking," kata Reza, Senin (20/1/2014).
Reza mengimbau pelaku pasar untuk mewaspadai adanya pelemahan jika sentimen yang ada kurang mendukung untuk menciptakan tren penguatan lanjutan.
Menilik laju sebelumnya, IHSG masih tercatat menghijau sepanjang sepekan kemarin. Meski di akhir pekan mengalami pelemahan, namun secara mengejutkan laju IHSG masih berada di zona hijau.
Penguatan ini merupakan imbas kenaikan yang cukup signifikan di awal pekan yang merespon data-data makro ekonomi dalam negeri yang dirilis di pekan sebelumnya, diantaranya laju rupiah yang mampu berbalik menguat, adanya rilis kenaikan suku bunga LPS 25 basis poin (bps) dan pemberitaan optimisme kenaikan cadangan devisa di negara-negara Asean.
Cadangan devisa Indonesia termasuk yang mengalami kenaikan dengan posisi per akhir Desember 2013 senilai USD99,39 miliar dibandingkan bulan sebelumnya senilai Rp96,96 miliar.
"Sepanjang pekan kemarin, asing berbalik tercatat melakukan aksi beli senilai Rp3,27 triliun dari sebelumnya yang melakukan aksi jual senilai Rp361,86 miliar," terang Reza.
Kembali IHSG menorehkan prestasi yang luar biasa di awal tahun. Di tengah anggapan adanya aturan fraksi dapat menghambat laju IHSG, ternyata IHSG mampu mengalami kenaikan signifikan.
Adanya imbas pergerakan bursa saham Asia yang cukup positif di awal pekan setelah merespon penguatan laju bursa saham AS sebelumnya pasca dirilisnya pertumbuhan nonfarm payrolls yang rendah membuat IHSG kembali mendapatkan angin segar untuk melanjutkan kenaikannya.
Bahkan terus positifnya laju nilai tukar rupiah serta besarnya aksi beli asing turut memberikan tambahan amunisi kepada IHSG untuk melesat. Saham-saham big caps pun menjadi buruan.
Walau sempat membuat pasar khawatir akan terjadinya aksi ambil untung setelah penguatan yang cukup signifikan sebelum libur Maulid Nabi Muhammad SAW dan ditambah adanya gap di level 4.270-4.292 cukup memberikan potensi untuk dilakukannya aksi ambil untung.
"Namun, ternyata laju IHSG masih dapat menguat menembus area overbought-nya membentuk utang gap 4.393-4.398 dengan ditopang masih hijaunya bursa saham global," kata dia.
Adanya pemberitaan bahwa Bank Dunia memberikan penilaian pesimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dan kembali variatifnya laju bursa saham Asia membuat pelaku pasar termotivasi untuk melakukan aksi jual hingga di akhir pekan.
(rna)
Lihat Juga :