Perlambatan manufaktur China bikin Wall Street negatif

Jum'at, 24 Januari 2014 - 08:45 WIB
Perlambatan manufaktur...
Perlambatan manufaktur China bikin Wall Street negatif
A A A
Sindonews.com - Indeks di Wall Street pada perdagangan Kamis waktu setempat berakhir terkoreksi dipicu mengecewakannya data manufaktur China sebagai kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia.

Indeks Dow Jones jatuh tiga hari berturut-turut. Sektor keuangan dan material menjadi sektor dengan kejatuhan terdalam, sedangkan sektor telekomunikasi menjadi satu-satunya sektor yang menguat. Ini akibat investor melepas saham yang berorientasi pada pertumbuhan dan membeli yang defensif.

Pasar saham Amerika Serikat (AS) tertekan oleh laporan manufaktur China yang menunjukkan sedikit perlambatan pada akhir 2013. Saham China yang diperdagangkan di AS turun tajam setelah US Securities and Exchange Commission memutuskan menghentikan sementara audit perusahaan-perusahaan China.

Sejumlah saham yang mengalami koreksi besar, yakni Internet Baidu Inc (BIDU.O) anjlok 6,2 persen dan Sina Corp (SINA.O) susut 5,9 persen. Sementara saham terbesar berdasarkan nilai pasar Petrochina (PTR.N) turun 3,1 persen.

"Kepanikan pasar saham hari ini sebagian besar berhubungan dengan China dan saya pikir itu adalah reaksi sementara," Managing Director perdagangan dan derivatif Charles Schwab Randy Frederick seperti dilansir Reuters, Jumat (24/1/2014).

Menurut dia, jika ada dukungan dari kinerja positif sejumlah emiten unggulan atau adanya laporan ekonomi yang positif, maka pasar saham akan kembali menguat.

Semalam, Indeks Dow Jones turun 175.99 poin atau 1,07 persen ke 16.197,35; indeks S&P 500 minus 16,4 poin atau 0,89 persen ke 1.828,46 dan Nasdaq melemah 24,126 poin atau 0,57 persen ke 4.218,875.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
14 menit yang lalu
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
48 menit yang lalu
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
1 jam yang lalu
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
4 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
4 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
5 jam yang lalu
Infografis
4 Keunggulan Jet Tempur...
4 Keunggulan Jet Tempur Canggih J-35 Buatan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved