Wall Street kembali terkoreksi di akhir pekan

Sabtu, 25 Januari 2014 - 10:55 WIB
Wall Street kembali...
Wall Street kembali terkoreksi di akhir pekan
A A A
Sindonews.com - Semua indeks di Wall Street pada Jumat waktu setempat kembali terkoreksi untuk hari kedua. Indeks S&P 500 mencatat pekan terburuk sejak Juni 2012 dipicu meluasnya aksi jual akibat kekhawatiran terhadap negara berkembang.

Indeks S&P 500 susut 2,6 persen sepekan ini dan merupakan persentase penurunan terbesar sejak Juni 2013. Dari 10 sektor di indeks S&P 500, sektor industri mengalami koreksi tertajam sebesar 3,1 persen. Misalnya, saham General Electric Co (GE.N) anjlok 3,4 persen menjadi USD24,95 dan Boeing Co (BA.N) merosot 3,3 persen menjadi USD136,65.

"Ada beberapa kekhawatiran yang terjadi. Dunia sedang terjangkiti sentimen negatif dari negara berkembang," kata Managing Director Perdagangan Saham Wedbush Securities Michael James seperti dilansir Reuters, Sabtu (25/1/2014).

Adapun negara berkembang sedang dilanda kekhawatiran akan terjadinya perlambatan pertumbuhan di China serta masalah politik di Turki, Argetina dan Ukraina.

Kekhawatiran atas pertumbuhan China muncul setelah data manufaktur negara ekonomi terbesar kedua dunia tersebut mengecewakan. Sementara masalah politik di tiga negara membuat mata uang negara tersebut jatuh.

Di sisi lain, pelaku pasar berharap the Fed mulai memangkas stimulus sebesar USD10 miliar per bulan pada pekan depan seiring kekhawatiran investor bahwa suku bunga akan segera naik. The Fed akan memutuskannya pada pertemuan dua hari pada Rabu pekan depan.

Semalam, indeks Dow Jones turun 318,24 poin atau 1,96 persen ke 15.879,11; indeks S&P 500 susut 38,17 poin atau 2,09 persen ke 1.790,29 dan Nasdaq turun 90,701 poin atau 2,15 persen ke 4.128,17.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
5 menit yang lalu
Perluas Akses Pembiayaan...
Perluas Akses Pembiayaan EV, Mandiri Auto Deals 2026 Tawarkan Pengalaman Menarik
42 menit yang lalu
Pemerintah NSW Beri...
Pemerintah NSW Beri Jalur Cepat Proyek Sydney Senilai Rp25 T Besutan Iwan Sunito
1 jam yang lalu
Bahlil Pastikan Warga...
Bahlil Pastikan Warga Terdampak Proyek Blok Masela Bakal Dapat Ganti Untung
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Perkuat...
Pupuk Kaltim Perkuat Green and Smart Port, Dukung Daya Saing Industri dan Logistik
2 jam yang lalu
Prabowo Merasa Berutang...
Prabowo Merasa Berutang ke Warga Maluku saat Resmikan LNG Abadi Masela: Janji Dibayar
2 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved