Askrindo bukukan kenaikan laba 42% di 2013
Senin, 27 Januari 2014 - 10:50 WIB
Askrindo bukukan kenaikan laba 42% di 2013
A
A
A
Sindonews.com - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) sepanjang 2013 membukukan kenaikan laba bersih sebesar 42,15 persen menjadi Rp350,72 miliar dibanding periode yang sama 2012 senilai Rp246,72 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan di Jakarta, Senin (27/1/2014) terungkap bahwa naiknya laba bersih tersebut didukung meningkatnya pendapatan underwriting, hasil investasi dan usaha.
Adapun, pendapatan underwriting perseroan pada tahun lalu mencapai Rp1,11 triliun. Angka ini naik 58,89 persen dibanding tahun sebelumnya senilai Rp698,59 miliar.
Kendati demikian, kenaikan pendapatan underwriting tersebut diikuti naiknya beban underwriting sekitar 52,8 persen menjadi Rp734,87 miliar dibanding 2012 sebesar Rp480,94 miliar. Akibatnya, hasil underwrting akhir tahun lalu tercatat Rp372,11 miliar dibanding tahun sebelumnya Rp217,65 miliar.
Sementara hasil investasi melonjak 43,63 persen dari Rp194,21 miliar pada 2012 menjadi Rp278,95 miliar pada akhir tahun lalu. Sedangkan hasil usaha bertambah menjadi Rp651,05 miliar dari sebelumnya Rp411,86 miliar.
Namun, beban usaha naik menjadii Rp259,99 miliar dari Rp204,49 miliar, sehingga laba usaha tercatat sebesar Rp391,06 miliar. Angka itu melesat 88,58 persen dibanding tahun sebelumnya Rp207,37 miliar.
Kas dan setara kas perseroan di penghujung tahun lalu tercatat sebesar Rp116,59 miliar atau meningkat 122,20 persen dibanding 2012 senilai Rp52,47 miliar. Adapun, aset perseroan melonjak 37,84 persen menjadi Rp6,52 triliun dibanding 2012 senilai Rp4,73 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan di Jakarta, Senin (27/1/2014) terungkap bahwa naiknya laba bersih tersebut didukung meningkatnya pendapatan underwriting, hasil investasi dan usaha.
Adapun, pendapatan underwriting perseroan pada tahun lalu mencapai Rp1,11 triliun. Angka ini naik 58,89 persen dibanding tahun sebelumnya senilai Rp698,59 miliar.
Kendati demikian, kenaikan pendapatan underwriting tersebut diikuti naiknya beban underwriting sekitar 52,8 persen menjadi Rp734,87 miliar dibanding 2012 sebesar Rp480,94 miliar. Akibatnya, hasil underwrting akhir tahun lalu tercatat Rp372,11 miliar dibanding tahun sebelumnya Rp217,65 miliar.
Sementara hasil investasi melonjak 43,63 persen dari Rp194,21 miliar pada 2012 menjadi Rp278,95 miliar pada akhir tahun lalu. Sedangkan hasil usaha bertambah menjadi Rp651,05 miliar dari sebelumnya Rp411,86 miliar.
Namun, beban usaha naik menjadii Rp259,99 miliar dari Rp204,49 miliar, sehingga laba usaha tercatat sebesar Rp391,06 miliar. Angka itu melesat 88,58 persen dibanding tahun sebelumnya Rp207,37 miliar.
Kas dan setara kas perseroan di penghujung tahun lalu tercatat sebesar Rp116,59 miliar atau meningkat 122,20 persen dibanding 2012 senilai Rp52,47 miliar. Adapun, aset perseroan melonjak 37,84 persen menjadi Rp6,52 triliun dibanding 2012 senilai Rp4,73 triliun.
(rna)
Lihat Juga :