Tunggakan pajak di Jateng Rp1,4 T

Selasa, 28 Januari 2014 - 17:43 WIB
Tunggakan pajak di Jateng...
Tunggakan pajak di Jateng Rp1,4 T
A A A
Sindonews.com - Meski pencapaian penerimaan pajak tahunan di Kanwil DJP Jateng I terealisasi sekitar Rp12,9 triliun, namun jumlah tunggakan wajib pajak yang belum tertagih sampai akhir Desember 2013 sebesar Rp1,424 triliun.

Untuk mengurangi jumlah tersebut, Kanwil DJP Jateng I hari ini melakukan penyitaan terhadap harta benda miliki 33 wajib pajak yang membandel, yang ada 17 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di Wilayah Kanwil Jateng I.

Kepala Kanwil DJP Jateng I, Edi Slamet Irianto mengungkapkan, penyitaan terhadap aset wajib pajak membandel dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Jateng I. Aset yang disita rata-rata berupa tanah, bangunan dan logam mulia.

Penyitaan dilakukan karena yang bersangkutan atau wajib pajak sudah melewati batas waktu pembayaran yang telah ditetapkan. "Kita tidak serta merta melakukan penyitaan, sebelumnya kita sudah meningatkan, kemudian kita kasih surat teguran, surat paksa, namun tetap tidak diindahkan. Akhirnya kami melakukan penyitaan," katanya, Selasa (28/1/2014).

Edi mengatakan, wajib pajak di wilayah Jateng I rata-rata badan usaha dengan tunggakan pajak mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah. "Kita berkomitmen akan terus mengejar wajib pajak yang mengemplang pajak, karena memang ini sudah diamanatkan UU," jelasnya.

Pajak sebagai penopang utama pembangunan di Indonesia dewasa ini memerlukan adanya peran serta dari seluruh elemen masyarakat. Hal ini dapat dilihat dengan terus digenjotnya penerimaan negara dari sektor pajak.

Penerimaan pajak tidak akan tercapai dengan maksimal tanpa adanya dukungan dan kesadaran dari masyarakat. "Memang tidaklah mudah untuk menggugah kepedulian masyarakat untuk taat dalam membayar pajak," katanya.

Kepala Bidang Pemeriksaan Penyidikan dan Penagihan Pajak Kanwil DJP Jawa Tengah I, Rafael Alun Trisambodo menambahkan, tindakan penyitaan terhadap aset wajib pajak, mempunyai peran yang sangat strategis sebagai bentuk penegakan hukum dalam rangka mengamankan penerimaan negara.

Dia menjelaskan, dari realisasi pencairan piutang Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada 2013 sebesar Rp171,162 miliar. "Dapat dikatakan hasil penagihan aktif tahun lalu tercapai 119,30 persen dari pencairan 2012 sebesar Rp143,473 miliar," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aksi Menuntut Reformasi...
Aksi Menuntut Reformasi Pegawai Pajak
Diskon Pajak Mobil Baru...
Diskon Pajak Mobil Baru Berlaku Mulai 1 Maret 2021
Negara yang Kaya Tanpa...
Negara yang Kaya Tanpa Memungut Pajak dari Rakyatnya
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Kapolri: Polri akan...
Kapolri: Polri akan Kawal Kepatuhan Wajib Pajak untuk Bayar Pajak
Adaro Raih Penghargaan...
Adaro Raih Penghargaan Wajib Pajak
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
5 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
6 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
6 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
7 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
7 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
8 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved