DIM incar dana kelolaan Rp17 T
Rabu, 29 Januari 2014 - 16:07 WIB
DIM incar dana kelolaan Rp17 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Danareksa Investment Management (DIM) mengincar total dana kelolaan atau aset under management (AUM) sebesar Rp16-17 triliun pada tahun ini.
Angka tersebut meningkat 18,52-25,9 persen dari realisasi dana kelolaan hingga akhir Desember 2013 sebesar Rp13,5 triliun.
“Sementara sampai dengan hari ini, dana kelolaan DIM telah mencapai Rp14,3 triliun,” kata Direktur DIM Prihatmo Hari Mulyanto usai penandatanganan kerja sama DIM dan BCA di Jakarta, Rabu (29/1/2014).
Dia menjelaskan, total AUM tersebut sekitar 40 persen disumbang dari reksa dana open end. Sementara sisanya dari reksa dana saham.
“Reksa dana saham masih menjadi pendorong utama untuk peningkatan AUM,” papar dia.
Dia menjelaskan, DIM pada tahun ini juga berencana mengeluarkan tiga produk baru, diantaranya reksa dana open end yang berjumlah dua unit serta satu unit Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA).
Hari mengungkapkan, DIM masih akan mengeluarkan KIK EBA karena sejauh ini DIM telah menjajaki kemungkinan kerja sama dengan bank lain. Produk KIK EBA yang diterbitkan berupa tagihan kredit pemilikan rumah (KPR). KIK EBA ini, ujar Hari, menggunakan tagihan KPR dari PT Bank Mandiri Tbk.
Menurut dia, nilai KIK EBA ini sekitar Rp750 miliar dengan kisaran kupon sekitar 8,75-10,25 persen. Akan tetapi, untuk waktu pasti peluncuran produk dan pencatatannya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Hari mengaku belum ada kepastian.
“Belum tahu kapan akan diterbitkan, kami masih menunggu,” tandas dia.
Selain itu, DIM juga akan kembali meluncurkan 2-3 produk reksa dana terproteksi untuk mengganti produk sebelumnya yang akan jatuh tempo.
Angka tersebut meningkat 18,52-25,9 persen dari realisasi dana kelolaan hingga akhir Desember 2013 sebesar Rp13,5 triliun.
“Sementara sampai dengan hari ini, dana kelolaan DIM telah mencapai Rp14,3 triliun,” kata Direktur DIM Prihatmo Hari Mulyanto usai penandatanganan kerja sama DIM dan BCA di Jakarta, Rabu (29/1/2014).
Dia menjelaskan, total AUM tersebut sekitar 40 persen disumbang dari reksa dana open end. Sementara sisanya dari reksa dana saham.
“Reksa dana saham masih menjadi pendorong utama untuk peningkatan AUM,” papar dia.
Dia menjelaskan, DIM pada tahun ini juga berencana mengeluarkan tiga produk baru, diantaranya reksa dana open end yang berjumlah dua unit serta satu unit Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA).
Hari mengungkapkan, DIM masih akan mengeluarkan KIK EBA karena sejauh ini DIM telah menjajaki kemungkinan kerja sama dengan bank lain. Produk KIK EBA yang diterbitkan berupa tagihan kredit pemilikan rumah (KPR). KIK EBA ini, ujar Hari, menggunakan tagihan KPR dari PT Bank Mandiri Tbk.
Menurut dia, nilai KIK EBA ini sekitar Rp750 miliar dengan kisaran kupon sekitar 8,75-10,25 persen. Akan tetapi, untuk waktu pasti peluncuran produk dan pencatatannya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Hari mengaku belum ada kepastian.
“Belum tahu kapan akan diterbitkan, kami masih menunggu,” tandas dia.
Selain itu, DIM juga akan kembali meluncurkan 2-3 produk reksa dana terproteksi untuk mengganti produk sebelumnya yang akan jatuh tempo.
(rna)
Lihat Juga :