DPR sesalkan tiga lembaga saling lempar tanggung jawab
Sabtu, 01 Februari 2014 - 12:27 WIB
DPR sesalkan tiga lembaga saling lempar tanggung jawab
A
A
A
Sindonews.com - DPR RI menyesalkan sikap Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Pertanian (Kementan) dan Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang saling tuding dan lempar tanggung jawab atas persoalan kasus impor beras ilegal asal Vietnam.
Hal tersebut dikemukakan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, dalam diskusi Sindotrijaya dengan tema 'Main Kotor Beras Impor' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (1/2/2014). Menurut dia, semua pejabat terkait harus bertanggung jawab atas persoalan yang menyangkut hajat hidup orang banyak tersebut.
"Ini semua para pengambil kebijakan harus dilakukan investigasi, sehingga ada kepastian pelakunya. Maka itu, sikap saling menyalahkan di antara pejabat terkait itu tidak perlu terjadi," ujar Firman.
"Persoalannya, di sisi lain kita dihadapkan petani-petani ditimpa bencana alam, gunung meletus, tanah longsor, gempa bumi. Namun, pejabat otoritas meributkan impor beras yang konon katanya ilegal," tambahnya.
Seperti diketahui, Gita Wirjawan mengundurkan diri dari jabatan Menteri Perdagangan (Mendag), di tengah memanasnya kasus impor besar ilegal asal Vietnam. Sebelum mengundurkan diri, Gita sempat mengakui bahwa Kementeriannya yang mengeluarkan izin impor beras asal Vietnam tersebut. Namun, menurut Gita, izin itu dikeluarkan atas rekomendasi Kementerian Pertanian (Kementan).
Di pihak lain, Menteri Pertanian (Mentan) Suswono membantah telah memberikan rekomendasi tersebut. Hingga kini, persolan itu masih menjadi polemik.
Hal tersebut dikemukakan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, dalam diskusi Sindotrijaya dengan tema 'Main Kotor Beras Impor' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (1/2/2014). Menurut dia, semua pejabat terkait harus bertanggung jawab atas persoalan yang menyangkut hajat hidup orang banyak tersebut.
"Ini semua para pengambil kebijakan harus dilakukan investigasi, sehingga ada kepastian pelakunya. Maka itu, sikap saling menyalahkan di antara pejabat terkait itu tidak perlu terjadi," ujar Firman.
"Persoalannya, di sisi lain kita dihadapkan petani-petani ditimpa bencana alam, gunung meletus, tanah longsor, gempa bumi. Namun, pejabat otoritas meributkan impor beras yang konon katanya ilegal," tambahnya.
Seperti diketahui, Gita Wirjawan mengundurkan diri dari jabatan Menteri Perdagangan (Mendag), di tengah memanasnya kasus impor besar ilegal asal Vietnam. Sebelum mengundurkan diri, Gita sempat mengakui bahwa Kementeriannya yang mengeluarkan izin impor beras asal Vietnam tersebut. Namun, menurut Gita, izin itu dikeluarkan atas rekomendasi Kementerian Pertanian (Kementan).
Di pihak lain, Menteri Pertanian (Mentan) Suswono membantah telah memberikan rekomendasi tersebut. Hingga kini, persolan itu masih menjadi polemik.
(gpr)