Indeks resmi manufaktur China Januari jatuh

Sabtu, 01 Februari 2014 - 14:02 WIB
Indeks resmi manufaktur...
Indeks resmi manufaktur China Januari jatuh
A A A
Sindonews.com - Pemerintah China secara resmi melaporkan sektor manufaktur pada Januari 2014 terlempar ke level terendah dalam lima bulan. Mereka pun membenarkan terjadi penurunan aktivitas pabrik di ekonomi terbesar kedua dunia tersebut.

Dilansir dari AFP, Sabtu (1/2/2014), Badan Statistik Nasional (NBS) dan Federasi Logistik dan Pembelian China mencatat indeks manajer pembelian (PMI) bulanan turun menjadi 50,5 poin pada Januari, setelah berada di level 51 poin pada Desember 2013, dan 51,4 ​​poin di bulan sebelumnya.

Patut diketahui, setiap angka di atas 50 menunjukkan tanda ekspansi aktivitas manufaktur, sedangkan apa pun di bawah sinyal kontraksi.

Kantor berita Xinhua menyebut, semua komponen utama indeks PMI untuk produksi pesanan baru turun, menunjukkan tekanan ke bawah bagi perekonomian.

"Penurunan sebagian besar disebabkan oleh efek festival (musim semi)," kata Bank ANZ dalam catatannya, mengacu pada libur Tahun Baru Imlek, saat jutaan pekerja migran kembali ke rumah mereka (mudik).

The Year of the Horse (Tahun Kuda Kayu) dimulai pada Jumat (31/1/2014), tapi ditutupnya beberapa pabrik dan bengkel sudah dimulai beberapa hari lalu.

Sebelumnya, Bank HSBC melaporkan sektor manufaktur China menyusut untuk pertama kalinya dalam enam bulan, dengan indeks PMI mengalami kontraksi 49,5 poin.

Qu Hongbin, ekonom HSBC di Hong Kong menggambarkannya sebagai awal yang lembut untuk sektor manufaktur China pada 2014. "Sebagian karena permintaan ekspor lebih lemah dan kegiatan usaha dalam negeri selama Januari lambat," ujarnya.

China sendiri mencatat pertumbuhan PDB 2013 sebesar 7,7 persen, yang dilaporkan pada pertengahan Januari lalu, menunjukkan ekspansi paling lambat dalam lebih dari satu dekade bertahan.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
57 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
7 Kombes Pecah Bintang...
7 Kombes Pecah Bintang Jadi Brigjen Dalam Mutasi Polri Januari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved